PERAN STRATEGIS ALUMNI MELALUI WADAH IKATAN ALUMNI

Oleh : Sakta Mahadiwya Prasetya

Alumni merupakan bagian dari unsur Perguruan Tinggi yang mempunyai kedudukan dan peranan strategis di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga diperlukan pembentukan wadah guna menjaring para alumni tersebut dalam bentuk sebuah Organisasi Ikatan Alumni.

Mengingat perannya yang strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka sudah selayaknya Ikatan Alumni sebagai wadah berkumpulnya para Alumni harus diorganisir secara profesional, akuntabel dengan asas kekeluargaan.

Universitas Kristen Satya Wacana (“UKSW”) yang berdiri sejak tahun 1956 terbukti telah berpengalaman dalam mencetak alumni-alumni yang hebat dan sukses, sehingga disadari kebutuhan akan wadah penjaringan Alumni pun dibentuk melalui Ikatan Alumni Satya Wacana (“IKASATYA”) pada tahun 1959 yang hingga saat ini memiliki kepengurusan di 27 Cabang Kota / Daerah tingkat II.

Namun eksistensi dan peran IKASATYA secara keseluruhan saat ini dirasakan kurang optimal, IKASATYA dirasakan tidak bergerak sebagai satu-kesatuan dan terkesan ada jarak antar Cabang ataupun antara Cabang dengan Pusat. Padahal kesemuanya sepakat bahwa IKASATYA bertujuan untuk memajukan Almamater maupun memajukan kehidupan Alumni dengan membangun jaringan yang kuat antar Alumni.

Kurang optimalnya eksistensi IKASATYA secara keseluruhan terbukti dengan hanya ada beberapa cabang yang masih memiliki kepengurusan aktif dan melakukan kegiatan alumni, salah satunya adalah IKASATYA Jabodetabek. IKASATYA Jabodetabek masih terus aktif menyelenggarakan talkshow dan berperan aktif sebagai fasilitator dalam acara Workshop yang diinisiasi oleh para Alumni senior bersama pengurus Pusat.

Meskipun masih tergolong aktif, namun IKASATYA Jabodetabek juga belum mampu secara optimal untuk menjaring dan mengumpulkan para Alumni yang tersebar di wilayahnya. Bahwa, dibutuhkan peran aktif yang saling bersinergi antara Pusat dengan Cabang-Cabang lain dalam membangun jaringan Alumni yang kuat tersebut.

Melihat kondisi diatas, maka perubahan terhadap pola manajemen organisasi IKASATYA di tingkat Pusat maupun Cabang menjadi suatu keharusan. Tuntutan perubahan pola manajemen yang lebih profesional, akuntabel dengan asas kekeluargaan dapat terbentuk dengan diawali melakukan perubahan dan/atau penambahan aturan-aturan main di dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IKASATYA yang sudah dianggap usang dan sudah tidak mengikuti jaman, mengingat AD/ART tersebutlah yang menjadi landasan bagaimana IKASATYA berjalan sebagai sebuah Organisasi.

Hanya dengan pola manajemen sebagaimana yang diharapkan tersebut, maka IKASATYA dapat mencapai tujuannya dalam memajukan Almamater serta memajukan kehidupan antar Alumni.

IKASATYA Jabodetabek akan menjadi yang terdepan dalam menyuarakan perubahan tersebut guna kepentingan seluruh Alumni maupun Almamater.

Praktisi Hukum, Alumni Fakultas Hukum UKSW 2003