Mau Terjun ke Dunia ‘Content Writer’? Baca Dulu, Kisah Amatir Penulis Konten ini,

Ini kisah dari seorang yang katanya bekerja sebagai “content writer” lebih tepatnya amateur content writer. Anggap saja itu “Aku”.

Atau, diantara kalian ada yang sudah berprofesi sebagai content writer sejak doeloe kala (baca: dulu kala)? Nulis kaya begitu, biar menunjukan kalo kamu udah profesional banget karena udah kerja lama sebagai content writer. Pasti udah tahu banget yah asam manisnya dunia ini.

“Apa sih enaknya bekerja sebagai content writer?”
“Enak yah kayanya, gak ada tekanan cuma nulis dan cari-cari artikel doang!”
Pernah mendapat pertanyaan seperti di atas tadi? Atau mendapatkan lebih banyak pertanyaaan?

Content writer itu udah jelas dari namanya, yakni sesorang yang menulis konten dengan tema tertentu. Yang mesti digaris bawahi, kamu harus berkompeten banget ditema yang kamu tulis.

Kalo gak berkompeten gimana? Ya, seperti aku inilah, yang cuma bisa menjadi copywriter, dan tulisan kamu dianggap gak ada apa-apanya.

Sebenarnya, aku pun belum boleh nulis mengenai dunia “content writer” karena hidupku di dunia itu masih seumur jagung. Hanya, semoga dengan celotehanku ini, membuat kamu yang ingin terjun di dunia content writer tidak terlalu kaget.

Apa saja sih yang mesti kamu siapin kalo mau jadi content writer?

1. Yang menjadi bagian pokok itu, banyak membaca. Boleh saja jika kamu fokus dalam bidang tertentu, misalnya bacaan mengenai teknologi. Tapi ada baiknya kamu membaca semua tema bacaan, yang sudah kamu atur porsinya. Agar kamu bisa lebih mendapatkan banyak inspirasi, karena kedepannya kamu gak tahu bakalan jadi content writer dibidang apa. Jika kamu jago dalam berbagai bahasa, tengoklah media di luar negeri sana, untuk cari referensi.

2. Jika kamu harus jadi content writer di bidang yang bukan kamu banget, stay cool! Tetap percaya diri dan jangan takut salah, yakin kalau kamu masih bisa menulis, oke!
Apa yang mesti kamu lakuin? Cari banyak data mengenai konten yang akan kamu tulis, kamu satukan dengan bahasa kamu sendiri. Dan kamu tambahkan hasil pemikiran kamu sendiri.

Ini sih bukan content writer dong, tapi copy writer? Menurutku bukan masalah, jika kamu masih bisa menyuguhkan artikel yang informatif, dan ada informasi di artikel kamu, yang gak didapatkan dari artikel lainnya.

3. SEO bukan sesuatu yang menyeramkan. Tanamkan dibenak kamu seperti itu ya. Mempelajari SEO memang membutuhkan waktu yang lama untuk dipelajari agar optimal. Sambil belajar, kamu bisa membenahi on page terlebih dahulu.

Apa saja yang mesti dibenahi terlebih dahulu?
- buat judul yang menarik dan membuat penasaran. Sebaiknya, keyword juga ada di dalam judul.
-tulis artikel kurang lebih 500 karakter. Aku tidak menyarankan kalian untuk terlalu panjang atau pendek dalam menulis artikel. Pernah aku temukan artikel yang terlalu panjang, meskipun informatif malah membuat ngantuk.
- jangan buat tulisan yang bertele-tele meskipun niatnya agar tidak membosankan.

4. Pergi ke lapangan. Bukan lapang bola atau tennis. Khususnya, bagi kamu yang masih awam di konten yang kamu geluti, sebaiknya jangan terlalu berdiam diri depan laptop. Mencari data atau referensi dari internet saja. Jika ada acara yang berhubungan dengan konten kamu, coba ikuti saja, dan lakukan wawancara. Lebih menarik bukan?

Mengapa aku menyarankan begini? Jangan sampai nasib kamu seperti aku nak, yang awam pada konten tertentu dan hanya bisa browser untuk mencari data. Modal dikit, mencari referensi paling dari buku.

5. Sebarkan virus tulisan kamu ke berbagai sosial media, forum, dan grup-grup komunitas. Mengapa? Kita menulis memiliki tujuan kan? Sebarkan tujuan kamu yang baik itu kesemua orang.

Selain itu, content writer selalu berhubungan dengan traffic pembaca blog. Inilah salah satu tekanannya. Banyaknya pengunjung mengunjungi blog kamu, salah satu indikator sukses tidaknya kamu menjadi content writer.

Pokoknya kalo kata om Tulus juga, “Buktikan sekarang, angkat penamu tulis, bila gemar menulis”.

Untuk awal jangan dulu mikir, tulisan kamu bagus atau gak, terus aja latih menulis, seperti aku sekarang, yang masih diangka nol, untuk belajar menulis.

Baca berulang-ulang tulisan mu, dan minta untuk di revisi. Jika dimedia biasanya ada editor atau redaktur yang biasa mengoreksi tulisan para wartawannya. Kamu temukan juga orang yang bisa menjadi editor tulisan kamu!

Catat lagi, semua orang bisa menulis, yang membedakan hanya bagaimana dia menuturkan dan bagaimana dia memandang sebuah tema tersebut (sudut pandang)

Bagaimana celotehanku ini mengenai content writer, salah benarnya akan aku perbaiki. Tetap menulis yang kamu suka kawan!