NHW1_adab menuntut ilmu

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Pertama kali saya mendengar kata Institut Ibu Profesional (IIP) saya langsung penasaran, apa sih IIP itu? keren yaa ada institut segala untuk ibu-ibu. Kemudian alhamdulillah 2 tahun yang lalu, saya berkesempatan ikut bergabung kedalam grup whatsapp IIP Bandung lewat teman saya Nca. Alhamdulillah setelah bergabung di grup IIP saya bertemu dengan ibu-ibu yang sangat luar biasa, banyak ilmunya, banyak pengalamannya, dan saya mendapatkan banyak sekali ilmu baru, melalui kuliah whatsapp & sharing harian di grup, setelah join grup IIP saya sadar ternyata jadi seorang ibu itu harus punya ilmu yang banyak yaaa, aahh merasa telat banget udah punya anak baru mau belajar gimana jadi ibu yang baik itu. Tapi saya selalu ingat kata pepatah “better late than never” lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Ya, tidak ada kata terlambat untuk belajar, apalagi untuk masa depan keluarga yang lebih baik. Saya bangga menjadi member grup IIP Bandung, saya mau belajar untuk diri saya dan masa depan keluarga saya. Dengan motivasi ingin belajar, akhirnya saya berani mendaftarkan diri untuk ikut Matrikulasi Batch 2 di Institut Ibu Profesional.

Ketika diminta menentukan satu jurusan ilmu yang akan saya tekuni di universitas kehidupan ini, dengan mantap hati saya menjawab ilmu bisnis.

Apa alasannya? setelah saya melahirkan anak pertama, saya memilih untuk resign bekerja dan lebih memilih menjadi Ibu Rumah Tangga yang bisa 24jam mengurus & mendidik anak sendiri, dan Alhamdulillah suamipun menyetujui & meridhai apapun keputusan saya. Setelah jadi IRT sayapun berfikir ingin menjadi ibu rumah tangga yang produktif, yang bisa menghasilkan sesuatu atau mempunyai kegiatan lain selain mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak, kemudian saya mencari kesibukan dengan membuka onlineshop memproduksi perlengkapan kebutuhan bayi dan alhamdulillah setelah saya punya usaha onlineshop saya merasa ini adalah passion saya, saya merasa bahagia bisa bekerja membantu finansial keluarga tanpa harus keluar rumah meninggalkan anak dan saya sangat menikmati usaha saya ini, ditambah dengan dukungan suami yang memang berlatarbelakang pengajar ilmu bisnis.

Strategi saya untuk mengembangkan bisnis saya yaitu dengan cara:

  1. Bergabung dengan rumah belajar bisnis IIP Bandung (alhamdulillah saya banyak ilmu baru tentang bisnis di grup ini).
  2. Lebih banyak lagi membaca literatur.
  3. Mencari coach/konsultan bisnis yang berpengalaman.
  4. Mengikuti seminar & workshop tentang bisnis.

Setelah mendapat materi tentang adab menuntut ilmu, saya baru menyadari ternyata saya banyak melanggar adab-adab menuntut ilmu. Mulai sekarang insyaAllah setelah belajar adab menuntut ilmu saya akan menerapkan adab-adab yang telah saya ketahui & pelajari dalam proses menuntut ilmu kedepan.

Bandung, 22 Oktober 2016

NHW1_Yulia Purnamasari

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.