NHW#5_ BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Setelah membaca materi ke-5 tentang belajar bagaimana caranya belajar, lagi-lagi Alhamdulillah saya mendapat ilmu baru, kali ini tentang strategi belajar. Strategi belajar yang berbeda dengan strategi belajar waktu di bangku sekolah/kuliah. Berikut penjelasan yang saya dapat terkait dengan strategi belajar:

  1. Kuatkan iman
  2. Tentukan tujuan, ya saya baru sadar ternyata untuk bisa mencapai cita-cita kita, kita harus menentukan tujuan dulu baru kita mencari strategi untuk menggapai cita-cita kita.
  3. Buatlah rasa suka. Seperti kata pepatah bu Septi “Membuat bisa itu mudah, membuat suka itu tantangan” kita harus membuat rasa suka terlebih dahulu pada ilmu yang akan kita pelajari, setelah kita menyukai ilmu itu insyaAllah akan ketagihan mempelajari, terus mencari dan menggali sampai kita tahu kapan waktunya kita harus berhenti.
  4. Tanamkan pola fikir aktif bertanya (pakai metode jari).
  5. Gunakan cara belajar yang berbeda: latih terampil untuk bertanya.
  6. Tidak belajar menghafal materi (pasif mendengar), tapi kita harus melatih diri kita untuk. aktif mencari apa yang ingin kita ketahui. Kita juga harus menanamkan pola berpikir skeptik (tidak mudah percaya) pada informasi yang kita dapat, tapi kita harus crosscheck kembali informasi yang kita dapat dan mencari sumber yang valid.
  7. Latih Semangat belajar untuk fokus pada topik pelajaran, bukan untuk meraih gelar tapi fokus ke tujuan/cita-cita.
  8. Pakai strategi belajar meninggikan gunung bukan meratakan lembah.

Di NHW#5 ini, saya mendapatkan tugas praktek membuat desain pembelajaran ala kita. Munculkan rasa ingin tahu apa itu desain pembelajaran?

Setelah membaca beberapa sumber bacaan tentang desain pembelajaran, saya tertarik pada desain pembeajaran model Gerlach dan Ely (1971).

Secara garis besar intinya adalah tiga tahapan ini:

· Identifikasi

· Kembangkan

· Evaluasi

Untuk rincian berdasarkan diagram Gerlach dan Ely, saat ini saya memutuskan untuk mengikuti model ini dalam melakukan pembelajaran kepada anak saya, Dastan (usia, 23 bulan)

Berikut rincian-rincian komponen pembelajarannya berdasarkan tabel diatas:

1. Tentukan tujuan

Ingin Dastan menjadi anak yang soleh, beriman, berilmu & berakhlak baik dan bermanfaat untuk umat kedepannya.

2. Isi materi pembelajaran

Mengajarkan akhlak yang baik, mencontohkan adab yang baik, mengembangkan kemampuan Dastan berdasarkan tingkatan usianya.

3. Identifikasi minat, bakat & kemampuan,

Rencana kedepan. menggunakan metode talent mapping. Untuk saat ini belum karna baru berumur 23 bulan, jadi masih mengidentifikasi prilaku sehari-hari saja.

4. Tentukan cara/metode pembelajaran

Saat ini masih fokus ke metode montessory untuk mengisi kegiatan hariannya.

5. Pengelompokan belajar

Karena Dastan anak pertama, saat ini belajarnya tidak berkelompok tapi independent study atau belajar didampingi ayah, mommy.

6. Pembagian waktu

Weekdays belajar sambil bermain bersama mommy.

Weekend: belajar sambil bermain bersama ayah & mommy.

7. Penentuan ruangan: belajar di rumah atau ikut kegiatan playdate dengan grup-grup anak bermain.

8. Pemilihan media

Saya dan suami sepakat untuk belum mengenalkan Dastan ke media elektronik seperti penggunaan CD untuk memutar video dan televise. Untuk saat ini media yang digunakan masih berupa media cetak (buku-buku), media audio (hafidz doll untuk mengajarkan Al-Qur’an), media display dan benda-benda nyata.

9. Evaluasi hasil belajar

Evaluasinya dengan cara melihat progress yang ditunjukan Dastan setelah diajarkan sesuatu.

10. Analisis feedback

Sebagai kepala sekolah (di rumah) ayah yang selalu menganalisis dan memberi feedback hasil kegitan sehari-hari Dastan.

Sumber bacaan:

http://duniatp.blogspot.co.id/2015/04/model-pembelajaran-gerlach-dan-ely.html

https://laskarasjati786.wordpress.com/2015/04/27/macam-macam-model-desain-pembelajaran-pai/

https://ajizsulaeman.files.wordpress.com/2016/04/2-makalah-kelompok-model-model-pembelajaran-ap-1–2-unpak.pdf

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.