Ekspektasiofever
Jika variable random memenuhi otak, ini yang kamu lakukan

Hari itu, aku menemui banyak kalimat seperti,
“Bagaimana kalau ternyata himpunan ini tidak sesuai dengan ekspetasi saya?” dan “Angkatan kalian sangat jauh dari ekspektasi saya.” atau bahkan di meme, “ekspektasi vs realita”.
Sejujurnya aku mengenal kata “ekspektasi” digunakan secara percakapan saat kaderisasi seperti contoh yang pertama. Karena sebelumnya aku mengenal kata “ekspetasi” sebagai salah satu konsep penting dalam matematika, terutama di statistika. Jika x adalah sembarang variabel random, maka ekspektasi matematika dari variabel random x biasanya dinotasikan dengan E(x) atau µ. Nama lain ekspektasi di matematika adalah harapan / mean (rata-rata). Hasemeleh hasemeleh…
Sedangkan menurut oxford dictionaries, ekspektasi atau expectation, is a strong belief that something will happen or be the case. ‘reality had not lived up to expectations’
Lebih ekstrim lagi, dulu sempat terpikir apakah ini terdiri dari kata ‘ekstasi’ yang mengalami perkembangan bahasa. Karena mereka memiliki karakteristik yang hampir sama: jika di beri terus menerus, akan menimbulkan kekecewaan yang semakin besar pula.
Ekspektasi tidak muncul begitu saja. Ia terpupuk oleh informasi-informasi indah yang kita dapatkan dan bersifat menipu dan menjerumuskan. (seperti politikus, iklan, dan media)
Jika kita telah terpapar virus ekspektasiofever, kalian harus segera mencari data primer dan sekunder untuk validasi. Bertemu seluruh stakeholder terkait untuk konfirmasi. Kalian juga harus melakukan pemetaan dan kemudian analisis yang komprehensif agar ekspektasiofever ini tidak menjangkit ke lingkungan sekitar. Karena virus ini juga dapat mudah menyebar dari ngobrol cimpi mulut ke mulut.
Maka, inilah cara menghentikan penyebarannya. “Aku tidak mengekspektasikan kamu sehebat itu, jadi aku sudah tahu sih, memang seburuk ini. Kalau kalian menggerutu terus dan hanya membuat meme, memang kalian bisa merubah apa?”
“Aku sudah memperhitungkan segala variable bebas dan terikat dalam fase ini. Jadi, ketika kalian mengatakan hal bodoh seperti ini, aku hanya bisa tertawa karena benar dugaanku.”
atau,
“Yah, karena kalian sudah seperti ini, y a mau bagaimana lagi? ”
Jadi, apakah virus ekspektasiofever ini tidak buruk? Jawabannya lagi-lagi majemuk bertingkat. Kalau setelah itu disertai dengan kesadaran dan menghindar bertahap, itu namanya mengkhianati. Kalau disertai dengan mengkritisi dan mencak-mencak, itu namanya sampah, dan harus di daur ulang agar tidak mengotori dan baunya ngga kemana-mana. Kalau akhirnya melakukan konstruksi yang baik dengan dasar fundamental dan data-data empirik yang bisa dipertanggung jawabkan, itu namanya anak keren.
wagu
Anak rajin — ranjinan, di kostan-loka.