Yuniarpurwanti
Nov 5 · 1 min read

PENENTU TINGKAT INFLASI DI INDONESIA

Dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum yang berkaitan dengan mekanisme pasar . Untuk mencari cara mengukur tingkat inflasi yaitu dengan indeks harga konsumen dan deflator GDP. Dengan demikian, hanya tingkat bunga memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan inflasi. Variabel dapat menjelaskan 56,1% dari perubahan yang terjadi dalam inflasi sebagai menunjukkan nilai sementara yang lain 43,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model estimasi. Dalam setahun inflasi ringan terdapat 10%, inflasi sedang terdapat 10%—30% setahun, inflasi berat terdapat 30%— 100%, dan inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100%. Oleh sebab itu, menggunakan metode error correction memberikan hasil yang pasokan uang, produk domestik bruto, suku bunga kredit, nilai tukar atau dengan kata lain semua variabel tidak termasuk impor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi dalam model itu. Bahwa produk domestik bruto memiliki hubungan negatif dan pasokan uang memiliki hubungan positif terhadap inflasi. Oleh karena itu, dalam penelitian mereka dapat disimpulkan bahwa dalam kasus jangka pendek kebijakan harus fokus pada variabel lain mengingat bahwa impor tidak penting dalam menjelaskan jangka pendek inflasi.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar terhadap volatilitas inflasi. Kemudian menganalisis pengaruh nilai tukar terhadap volatilitas inflasi, menganalisis pengaruh BI rate terhadap volatilitas inflasi dan menganalisis pengaruh produk domestik bruto terhadap volatilitas inflasi. Model penelitian yang digunakan model ekonometrik untuk menjelaskan variabel independen mempengaruhi tingkat inflasi baik dalam dinamika jangka pendek dan jangka panjang.


Referensi : http://journal.umy.ac.id/index.php/esp/article/view/5016

    Yuniarpurwanti

    Written by