Hikayat Senja

Aku adalah pembenci senja, yang gemar merundungku atas hari yang berlalu sia-sia.

Senja adalah saat paling tepat buat para dedemit untuk keluar dari sarangnya, menculik anak-anak yang telah dilupakan sayangnya, yang bersahabat karib dengan layang-layangnya.

Dedemit menculik anak-anak dan mengurung mereka di dalam rindang hutan bambu. Tak jelas niatnya apa. Anak-anak tersebut hanya dibiarkan sendirian di sana, membiarkan malam menjepit penglihatan mereka, hingga mereka ditemukan oleh warga pada esok paginya.

Tak bernyawa.

Senja adalah saat paling telat buat dewasa berotak sempit untuk keluar dari zona nyamannya, sadar bahwa hari yang telah mereka jalani hanya berlalu sia-sia, hingga tiba waktu mereka dikhianati dunia.

Otak sempit menculik dewasa-dewasa dan mengurung mereka di dalam naungan hangat kelambu. Tak jelas niatnya apa. Dewasa-dewasa tersebut hanya dibiarkan takjub pada hingar-bingar ketololan manusia, membiarkan suka cita dan gembira ria menenggelamkan mereka, hingga mereka ditemukan oleh raga pada esok paginya.

Tak berjiwa.

Aku terus membenci senja, yang gemar merundungku atas hari yang berlalu sia-sia.