Darah dan Daging : Surga

Sedap Malam
Sep 4, 2018 · 1 min read

Surga adalah ruangan 3 x 5 meter 50 langkah dari kampus, berisik dengan dengung kipas yang berputar dari gelap pagi hingga gelap malam.

Surga adalah laptop dengan Internet kencang tanpa batasan yang diisi iringan lagu lagu asing yang ku yakin teman kau tak pernah dengar.

Surga adalah dirimu disebelahku, berlapis kulit dan kehangatan mu, terbalut selimut hangat dari toko online warna hijau sembari bersembunyi dari ibu kos yang dekat dengan tanah.

Baru satu minggu sepertinya aku menginjak ke negeri bunga tulip, sudah berapa negara aku lompati, sudah berapa mata uang masuk ke kantung ku, sudah berapa bahasa hinggap di lubang telinga.

Namun ingin saja tubuh ini kembali ke surga, melompat kembali ke ruangan kuning pengap itu, selama ada kau yang tiba tiba datang tanpa salam dengan penutup muka yang selalu kau pakai itu.


Suka? Clap. Sangat? Follow. Saran? Comment.

Written by

A nobody that wants to be

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade