Hal peristiwa cengkeraman riuh langit, gemetar sosok jiwa yang telah menghilang.

Dengar semampuku, tak pernah ingin kepergian olehmu kata tinggal terdengar lebih lama, apalah hanya telapak kakimu yang kulihat. dimana pundak ketenangan beriku sejenak tidur

Semua akan hilang di udara seiring berjalannya waktu. saat pertama kali memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan tulisanku, aku berkata didalam hati, “aku akan membuatnya abadi”. dengan cara menerbangkannya diudara bersama-sama dengan perasaanku.
aku pernah ada di keadaan dimana aku merasa terlalu sepi, bahkan untuk seorang penyendiri.
aku tak ingin menjadi apa-apa, tak ingin menjadi siapa-siapa. aku hanya ingin ada seseorang yang mendengar nyanyianku dengan tulus sambil tersenyum, karena mereka menyadari betapa hancurnya aku saat menulis itu.
aku mulai menenun tulisanku menjadi sebuah dramma yang bernada, hingga ia mampu terbang mencari telinga untuk singgah.
hanya dengan cara itu aku mengerti, saat aku berhenti menulis, saat aku berhenti bersuara, saat aku menutup kisahku pun. nada ku akan tetap bernyanyi berganti-ganti telinga diluar sana. saat kamu menangis tanpa kamu sadari, kamu telah kehilangan aku sepenuhnya. karena aku tak pernah seikhlas ini

Aku berlayar diatasmu, menyibakkan riak-riak kecil. juga ada angin yang menggerak-gerakan bunga.
perahu yang aku tunggangi, tak akan ku tinggalkan begitu saja. aku selalu menjaganya.
apakah selama ini hujan menghapus jejak rindu yang tak tersampaikan? kadang kita dibantai kedamaian, tapi tak pernah diseret jauh dalam bahagia roman kita. sampai aku terdampar ditelagamu. perasaan ku penat sekali, penat karena aku tidak bisa mengeja semua tentangmu dalam tulisan ini. kata semua bermakna ini memang untukmu, apakah kamu merasa kita sudah merdeka? dalam hidup ada rintangan dan musuh, habis satu muncul yang lain. rupanya tak selalu sempurna. kita terbawa waktu yang tak berhenti, mengecil, tua dan berkerut. kita sudah pernah bicarakan hal ini, lewati separuh kehidupan sampai kemudian hilang. Selesaikan peran dibumi ini
dulu aku menjulukimu senja, sebuah kata yang tidak asing dalam sastra, indah dan mudah diingat. seperti saat kamu mengulum bibirku, dan melihat matamu, aku menyadari bahwa aku mencintaimu seorang diri.

-19February. 2017

Like what you read? Give yusfıchandr a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.