Dinamika Partikel
Seluruh perayaan tak mengundang apapun. Meski berharap kau mendatanginya. Kunikmati buih yang perlahan menjelma ampas kopi, teh tarik, soda atau buih laut yang senantiasa menggoda kelasi, menuntunku menuju sumber air yang membasah dan membasuh tubuh. Nikmatilah senja yang pelan perlahan berpindah di mata seorang perempuan: matamu. Simpan segala bunyi dan kagumi bunga-bunga: yang sebentar semerbak di antara niscaya, yang sebentar lesap di antara ragu-ragu dan seribu ketergesaan. Seperti kisah selatan dari Jakarta, yang tak pernah bercerita tentang dia sebenarnya. Seperti angsa serigala yang bercerita tentang suasana, waktu dan tempat yang pernah ada kita. Aku tetap dalam alunan lagu favoritku: fana merah jambu. Aku selalu ingat pesanmu “kita sudah selesai.” Seperti banda neira yang percaya bahwa yang patah tumbuh dan yang hilang berganti, tapi perlu diingat bahwa sesuatu yang tumbuh kembali rasanya tak akan pernah sama.
2018
