Fluida
Sep 3, 2018 · 1 min read
Ia kunci seluruh jalan berlubang dengan ingatan. Jalan berlubang yang melumpuhkan baut dan mur, susut seperti kemenyan, perunggu dan kapur. Ia ingin libur dan menyimak perundingan kemerdekaan. Sesekali ia membaca koran minggu yang berisi puisi masa depan dan masa lalu. Hasratnya ingin melukis pergerakan rahasia, tak terencana dan tak terduga, seperti kucing-kucing nakal miliknya. Abstrak: aku menyebutnya tumpahan cat yang sempurna. Aku mengalimatkan dan mengalamatkan kepadanya beberapa kata kerja. Sesekali ia menyapa, “halo ndrong, menjadi perempuan tidaklah mudah”, katanya.
Jakarta, 2017
