Matriks
Suatu malam ia menghitung di angan dalam alunan fana merah jambu. Ia teliti mencari sebab-akibat kesalahan masa lalu. Ia mesti cepat sebab ragu-ragu membuatnya kehabisan waktu. Tapi bukan berarti harus dengan ketergesaan. Aroma kopi tak mengubah apapun selain kepenatan. Aromamu mengisi dan melonggarkan kesesakkan-kesesakkan rindu. Invers bertransformasi dari puisi jadi angka dalam kurungan. Simbol matematika adalah kau dalam kemarahan: sulit diterjemahkan. Dari balik determinan, diam-diam ia curi matamu dari kejauhan. Lalu ketidakpastian menyita hari-harinya dalam harap, doa dan putus asa. Di batas lantur-sadar, ia mengagumimu. Di hadapan rahasia kau habiskan waktu penantianmu dengan menghitung angka dalam rumus dan perhitungan melelahkan.
Surabaya, 2017
