When Woman Needs A Beauty

“The empowered woman is powerful beyond measure and beautiful beyond description“.

- Steve Maraboli

Di era millennial seperti sekarang ini banyak sekali ditemukan berbagai tempat perawatan kecantikan bagi wanita seperti halnya salon kecantikan, spa, pusat kebugaran. Para wanita bahkan hingga remaja belia berlomba-lomba mempercantik diri dimana terdapatnya serangkaian perawatan kecantikan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Pusat perbelanjaan kosmetik pun penuh sesak, produk-produk untuk bersolek seperti lipstick, concealer, eye shadow, blush on marak diminati.

Dunia yang kini serba visual berusaha menampilkan yang disebut citra kecantikan ideal. Cantik ideal yang selalu digambarkan di berbagai media yaitu perempuan berambut panjang, berbadan langsing, berkulit putih mulus. Apabila perempuan belum ‘seperti itu’ bisa dikatakan tidak cantik oleh beberapa kalangan. Pemikiran seperti inilah yang akhirnya membuat wanita menjadi tidak percaya diri, definisi cantik yang haruslah dari dalam diri dan kecerdasan diri bergeser menjadi cantik haruslah dari wujud fisik.

Tidak ada yang salah dengan wanita yang merawat tubuhnya dan merawat kecantikan. Hanya saja jangan sampai kita termakan iklan-iklan kecantikan dan tren. Kita harus bisa memilah cerdas apa yang memang kita perlu dan butuhkan. Kita harus berani berkata ‘tidak’ untuk perawatan yang tidak perlu untuk dilakukan. Kaum wanita seringkali menjadi incaran para pemilik kapital karena wanita mudah sekali dibuat tidak percaya diri dan tidak nyaman terhadap kondisi fisiknya.

Nah bagaimana kah muslimah meyikapi perihal kecantikan ini?

Muslimah yang yakin akan kebesaran Allah akan sangat menjaga diri dari sikap berlebih-lebihan terhadap hal duniawi. Muslimah selalu yakin bahwa yang sudah Allah berikan terhadap dirinya adalah sebaik-baiknya penciptaan, maka yang perlu dilakukan adalah menjaganya dengan sebaik-baiknya penjagaan yang sesuai syariat. Kecantikan bukan hal yang harus diumbar-umbar untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, tapi kecantikan haruslah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.

Kecantikan yang hakiki ialah yang berasal hati dan perlakuan baik. Seperti yang terdapat pada hadist Rasulullah SAW, “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi Ia melihat hati dan amal kalian” (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

Hati ibarat sebuah pemimpin, ialah yang mengatur semua prajuritnya, mengatur arah gerak pasukan. Hati merupakan sumber motivasi. Motivasi yang baik berasal dari hati yang baik, arah langkah dan aktivitas pun akan mengarah pada hal yang baik pula. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, “Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik maka akan baik seluruh jasad, sebaliknya jika buruk maka jasad akan menjadi buruk. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah qolbu (hati)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maka demikian lah, Muslimah harus bisa menjaga kebersihan hatinya. Menjaga dari hal-hal yang dapat mengotori hati seperti berburuk sangka, membenci, mendendam, dan bentuk perasaan buruk lainnya.

“Beauty begins the moment you decide to be yourself.” — Coco Chanel.

Untuk menjadi diri sendiri perlulah kita mengenal diri sendiri. Banyak dari kita yang belum memahami kata ‘mengenal diri sendiri’ meski kita sering mendengarnya. Menurut Teh Ninih di bukunya yang berjudul Kotak Kecantikan Muslimah, orang yang bisa mengenal dan memahami dirinya sendiri cenderung lebih mampu mengendalikan perasaan (emosinya). Jadi, orang yang ‘kenal’ dengan dirinya akan mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang buruk, sedangkan sebaliknya bagi orang yang ‘asing’ terhadap dirinya ia tidak akan mampu mengendalikan dirinya sehingga ketika dirinya berbuat hal yang buruk, ia bahkan tidak menyadarinya.

Dengan mengenal diri sendiri kita menjadi tahu apa yang kita sukai dan tidak sukai, memahami kelebihan dan kekurangan kita, dan memahami segala macam perasaan yang muncul setiap harinya.

Seperti yang dikatakan Teh Ninih, Muslimah yang cerdas memahami dan mengenal dengan baik dirinya sendiri cenderung lebih dapat membuat pilihan-pilihan yang cerdas dalam kehidupan mereka. Mereka sadar akan perasaan-perasaannya, tahu benar siapa dirinya, dan apa yang mampu mereka lakukan. Oleh karena itu, mereka dapat menetapkan sasaran-sasaran pribadi dengan jelas, merenungkannya, dan belajar dari pengalaman pada masa lalu.

So, jangan takut dan minder menjadi muslimah ya karena muslimah itu cantik dengan ketaatannya dan kemampuannya dalam mengoptimalkan diri.

Cantik dari hati dan cantik jadi diri sendiri.

“Wanita yang senantiasa memelihara ketakwaan akan dapat mengalahkan kecantikan yang hanya dimiliki lahiriah”. — The Ninih Muthmainah.

Like what you read? Give Zafira Zahrah a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.