Tak Sengaja Termotivasi #1
Skhole — ITB Mengajar
Banyak yang tanya, “Kamu ikut *unit apa, Ra?”
Dengan percaya diri aku jawab “GNU, hahaha.”
“Ah, bohong banget. Orang kayak kamu ga mungkin GNU. Kalo semisal GNU pun pasti aktif di kementerian-kementerian gitu.”
“Aktif di kementerian pun tidak, aku hanya staff yang terbilang niatnya masih ikut-ikutan aja. Kalo *GNU, iya.”
*Unit : Unit Kegiatan Mahasiwa
*GNU : Gerakan Non Unit
Hingga dia berpikir “Apatis banget sih ni orang.”
Kemudian kutimpali dengan bangga,
“Tapi aku Skhole, hehehe.”
Makin kaget saja orang itu, “Skhole bukan unit? terus apaan dong?”
“Skhole tuh BSO.”
“Hah apaan tuh BSO?”
“asdfghj!@#qwerxcbg&!@”
Oke, percakapan makin rumit ketika aku harus menjelaskan tentang BSO.
Singkat cerita, dulu Skhole hanyalah sebuah Gerakan Mahasiswa. Kemudian, menjadi sebuah BSO yang merupakan singkatan dari Badan Semi Otonom. Untuk gambarannya, salah satu BSO yang ada di ITB selain Skhole-ITB Mengajar, yakni Gebrak Indonesia.
Skhole berada di bawah naungan Kabinet KM ITB, artinya menjadi anggota Skhole sama saja dengan menjadi anggota dari kabinet itu sendiri. Nah, Skhole tetap melaksanakan kegiatannya walau dinamika kampus yang sedang bergejolak. Turun ga turun tetap ngajar kan, kak? hehehe.
Katanya, perbedaan lain BSO dengan unit, yakni BSO mengatur rumah tangga nya sendiri. Hah, gimana tuh? Ah,sudahlah. Mengenai hal itu akan kubahas pada tulisanku selanjutnya.
Tidak Sengaja Termotivasi
Jika ingin tau motivasiku ikut Skhole, maka dengan gamblang aku jawab karena ketidaksengajaan. Sebelumnya, aku tak pernah mampu mendefinisikan passion-ku. Ikut Skhole pun bukan karena aku suka anak kecil ataupun passion untuk mengajar.
Aku memutuskan untuk mendaftar Skhole sekadar karena kena tag di Instagram milik temanku yang mendaftar Skhole.

Aku Skhole dan aku peduli pendidikan
Kalimat itu yang menggugah rasa penasaranku dan akhirnya kuberanikan diri untuk komitmen di PPAB Skhole 2017 lalu.
Motivasiku terbentuk ketika aku menjadi pengajar Skhole. Aku memilih mengajar di rumah belajar Cicaheum dan ternyata, Cicaheum-lah yang membentuk motivasiku.

Rumah Belajar Cicaheum, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung.
Rumah Belajar Cicaheum adalah tempat dimana aku mengajar. Banyak kegiatan yang kami adakan selain rutin mengajar setiap minggu pagi. Salah satunya yakni acara Cicaheum Piknik di Taman Lalu Lintas, seperti yang aku tampilkan pada video diatas. Seru,kan?
Tidak hanya tentang melampau batas diri, aku ingin melampaui tembok tinggi ITB. Sebisa mungkin keluar ITB selepas kuliah, aku ingin.
ITB terlalu ideal bagi kita, perpustakaan umum yang menjadi “sekretariat” fakultas ku ketika zaman TPB dengan akses wifi yang cepat dan ruangan AC yang sangat nyaman, tempat yang sangat kondusif untuk belajar, kampus yang rindang, rooftop gedung CAS yang mampu menyajikan keindahan ITB dan sekitarnya, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kusebutkan seluruhnya.
Dibalik kenyamanan itu semua, ternyata masih banyak ketidakidealan.
Aku yakin benar bahwa kedatangan kami kesana tidak akan secara langsung menyelesaikan permasalahan disana. Pergerakan kami tidak akan memberikan dampak masif bagi kehidupan disana. Salah satu mimpi Skhole tahun ini “one step for Rumbel” sesuai dengan yang kukatakan sebelumnya. Yang ku tau pasti, adik-adik menunggu kedatangan kakak-kakaknya disana.
Maafin Kak Rara ya kalo suka datang terlambat…


Entahlah, masing-masing dari kami punya motivasi pribadi untuk datang kemari. Tidak akan ada yang salah dengan motivasi seseorang selagi untuk hal yang bermanfaat, entah itu untuk dirinya maupun lingkungan sekitar.
Bagiku, rasa syukur itu selalu datang dengan melihat senyum adik-adik bersamaan dengan ketidakidealan disini. Aku merasakan hangatnya ketulusan disini.
Aku harap suatu saat nanti Skhole bukan hanya sekadar wadah bagi para pengajar pemilik ketulusan dan panggilan hati di bidang pendidikan, tapi mampu mencetak seorang pribadi kakak Skhole.
Semoga kakak-kakak (termasuk aku) mampu memaknai dan menjiwai kakak Skhole itu, lebih dari sekadar seorang pengajar.
Dengan ini, aku deklarasikan bahwa aku bangga menjadi Kakak Skhole.
Kak Rara,
Kakak Skhole.
