AKU INGIN SEGERA PULANG

Bila pada malam ku genggam pertanyaan antara kemampuan dan keinginan
Aku hanya bisa berenang dalam kesombongan
Kata ‘pantas’ adalah sebuah kata tanpa parameter yang jelas
Banyak yang singgah di hatimu, namun tak pernah ada yg lebih
Lagi-lagi kesombongan memakanku hidup-hidup
Dan belas kasihku memuncak di antara luka dan keinginan memiliki
Namun malam ini aku bercermin dan mengasihani diri sendiri
Benar-benar hilang aku di telan kata yang lapang
Kembali aku kalah pada perjuangan yang menghabisi aku dan waktuku
Aku terjatuh pada titik dimana kelemahan adalah teman baik bagi wanita
Dan kau akan menjadi pria yang paling jauh untuk kugenggam hatinya
Kau bisikan aku kisah yang menjadikan aku tiada
Seseorang telah menyentuh jantung hatimu, dan itu bukan aku
Aku tenggelam dalam ketiadaan yang menjadikan aku benar-benar tiada
Tak lagi kau bicara tentang dosa namun doa-doa untuknya
Dan dia berdoa-doa juga untukmu
Adakah kasih yang lebih indah selain dua orang yang saling mendoakan?
Aku larut dalam haru atas kebaikan-kebaikan yang bertambah
Namun menciut aku pada hati yang terluka
Ah… aku kalah dan lagi-lagi kesedihan unggul dariku
Ada yang sakit namun ku tahu ini akan menjadi kuat
Ada yang tegar namun ada yang ingin pulang ke pangkuan sang bunda
Meninggalkan kau dan seluruh yang pernah terjadi di kota ini
Meninggalkan nama yang menempel jelas di bola mataku
Melupakan jalan dan restoran yang pernah ada kita
Aku ingin pulang,
Melupakan dan meninggalkan kau terutama,
Pria tempatku menuai madu dan racun di waktu yang sama
Juga memupuk rindu dan ragu pada seutas tali yang tipis dan tak terbatas
Sungguh aku ingin pulang, segera.
