Jika tak ada sedikit waktu untuk bertemu.
Untuk dia yang masih ada.
Sebelumnya aku mau minta maaf, tempo lalu aku stress berat. Pikiranku kacau. Aku sangat sedih. Gimana ga stress, baru ditinggal orang yang sangat dicintai untuk selamanya, ditambah kamu pergi secara perlahan, skripsi diulang-ulang lagi ga jelas. aku tau dua sibuk juga, dia juga banyak pikiran, bahkan aku ga bisa bayangin banyaknya pekerjaan dia disana, seberapa hecticnya dia. Ditempat lain, aku juga berusaha kuat, berusaha kuat dengan segala apa yang aku alami dalam waktu-waktu ini.
aku sadar, beberapa perlakuan ku terhadap kamu. Terlebih yang terakhir aku lebih ga bisa mikir aku ngapain. Ku pikir dengan kabur, dengan lari dari semuanya aku bisa tenang, dengan tak adanya kamu lagi lolos. Iya, hanya untuk 1 hari, selebihnya tak pernah tenang. Bahkan tak pernah pun setiap hari tak ingin tau kabar dari dia. Mungkin aku bebas untuk ngapain aja, tapi tanpa kamu disetiap hari-hariku, hambar. Dia juga bisa tenang disana.
Aku sayang dia? Ku pikir masih dengan sangat. Dengan harap yang sama. Dekat dengan orang? Gak niat, bahkan untuk mencari pengganti km. Jadi dimana letak aku tak menyangimu? Bahkan ketika aku dikenalkan dengan seseorang oleh keluargaku. I tell them, I stayed with same person I bring to them ago. Mau dikenalin sama rekan kerja temen aku umroh kemaren juga, aku bilang maaf, aku masih mau memperbaiki sama yang kemaren. Mereka peduli ya? Apa aku bodoh? Ketika aku masih ingin memperjuangkan orang yang sama? Dimana aku ingin selalu ada untuknya?
Maybe is too late to tell her everything.
Why? Kami tidak ada kontak selama 3 minggu terakhir. Karena akan mengganggu kesibukan kamu dan aku takut akan menyakiti kamu lagi dan lagi. Mungkin ini semua bullshit buat dia.
After all, aku ingin semuanya baik. Tanpa banyak harapan lagi. Aku mencintai dia. Kembali, jika kau tau betapa butuh dan beharapnya aku padamu.

Jika boleh, temui aku dirabu sore, dengan cahaya yang sama.
