Ketika ribuan developer menjadi PANIK !

Belajar dari tutupnya Parse.com oleh Facebook
Parse.com sudah tidak asing lagi di kalangan developer, khususnya mobile developer. Sejak diakuisi oleh facebook, parse gencar sekali melakukan penetrasi market. Lebih dari setengah juta developer aktif menggunakan layanan parse yang mencakup cloud database, pushnotif, geoLocation, user auth dan storage.
TRAGEDI parse bukanlah cerita baru. Faktanya, banyak layanan cloud yang ‘dibekingi’ oleh wordclass IT company harus berakhir dengan kisah suram. Mungkin kita masih ingat dengan tragedi theplanet.com di tahun 2011, atau stackmob(Paypal) di tahun 2014. Saat itu semua developer yang terhubung dengan mereka panik, karena ‘diharuskan’ melakukan migrasi dadakan.
Secara bisnis, mungkin kesalahan utama yang dilakukan Parse.comadalah terlalu lengah dengan model bisnis Freemium nya. Kalkulasi perbandingan antara free user dan premium user, masih jauh dari kata seimbang. Diluar prediksi mereka, ternyata untuk melayani free user ini justru menggerogoti keuangan dan kas kecil, tidak sedikit !
Secara tehnik,pelajaran yang dapat diambil bahwa nama besar ternyata tidak bisa dijadikan sebagai jaminan untuk kelangsungan aplikasi anda.
Berikut sharing pengalaman untuk anda yang aktif menggunakan Layanan BaaS, MBaaS , Cloud Service, Server dkk.
1. Pastikan Sistem backup mereka mampu mengamankan asset digital kita.
2. Jangan puas menggunakan Client SDK, akan lebih jika layanan menyediakan versi opensource / backend source code.
3. Siapkan tehnik dan konsep migrasi data sejak awal, dalam kasusparse.com, developer hanya diberi waktu beberapa bulan untuk memigrasi assets dan data.
Namun demikian, bukan berarti kita harus antipati untuk memakai layanan mereka. Untuk menyiapkan fullstack infrastruktur tidaklah mudah dan murah, dibutuhkan lebih dari sekedar install framework, install db ,install nginx/apache atau load balancer di ubuntu.
Dengan adanya mereka, kita tidak perlu repot repot menyiapkan fullstack infrastructure dan strategi. Tentunya akan sangat sangat menghemat waktu dan biaya (cost opportunity), khususnya saat fase development, prototyping dan saat awal masuk deploy ke produksi.
Intinya, Gunakanlah dengan bijak !
Kita akan tetap nyaman menggunakan mobil Timor atau Ford yang telah tutup di Indonesia, hanya jika anda tahu dimana bengkel dan montir yang bisa memperbaiknya …
Daftar mBass & cloud service yang belum tutup :)
Firebase nya Google, Strongloop nya IBM, Azure nya Microsfot, Heroku nya SalesFores, AWS nya amazon, Modulus, Kinvey, AnyPresence,Kii ,Configure, Google appCloud, Appcelerator ,FeedHenry, dkk
Selamat memilih !