‘Se’ Cantik yang bakal jadi rebutan #StartupDreamer

SE atau Social Enterprise di luar negeri sudah tidak asing didengar, bahkan perkembanganya pada taraf yang signifikan.Namun di Indonesia, istilah SE masih sangat awam, hanya segilintir penggiat startup yang fokus dan serius menekuni bidang ini.
Basic konsep dari Social Enterprise adalah memberikan solusi atas problem sosial secara berkelanjutan (sustain) dengan cara bisnis. Bisnis yang dimaksud di sini bukanlah bisnis yang hanya berfokus pada keuntungan semata, namun lebih kepada sebuah bisnis model yang mampu memberikan dampak sosial (social impact).
Cara kerja SE bermacam macam, salah satunya yaitu memberdayakan sekelompok masyarakat beserta perangkat komunitasnya, untuk diajak bersinergi bersama sama membangun sebuah bisnis, mencari profit, dimana sebagian besar keuntunganya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk aktifitas yang bergenre sosial.
Social Enterprise bukanlah ‘donasi’ satu arah, disini tetap mencari profit, tapi economic value-nya jauh lebih sedikit daripada social value-nya. SE bersinergi bersama masyarakat untuk mencari keuntungan tersebut.
Jika sebagian besar LSM bekerja dengan semangat non-profit dan perusahaan swasta bersifat profit maka social enterprise
berada di tengah tengahnya, konsep ini biasa juga disebut sebagai wirausaha sosial atau ‘business for social change’.
Ciri khas dari SE antara lain adalah adanya sistem profit sharing, antara social venture dengan masyarakat.
Bicara potensi, SE sangat besar potensinya. Bayangkan, Sebuah negara dengan organisasi yang multikomplek saja belum mampu menggarap semua agenda sosial yang ada.
Namun, sebelum masuk ke ceruk ini, seorang startup dreamer harus melakukan riset yang mendalam. SE bukan sekedar menyalurkan dana dana CSR, pinjaman lunak untuk UKM, bantuan sosial ke panti, atau menjadi angel investor untuk produk yang berjiwa kerakyatan dan peduli lingkungan.
Bukan, bukan sekedar itu !
Tugas kita disini bukan sekedar mengkoleksi (menulis ulang) agenda sosial yang ada, namun juga harus memberikan solusi yang inovatif, adaptable, sustainable serta berdampak sosial.
Intinya, Social Enterprise adalah menyelesaikan problem problem sosial dengan metode bisnis.
Pikiran pikiran pokok dibawah ini seyogyanya harus ada dalam diri seorang SEprenuer
- Apa model bisnis yang tepat
- Secepat apa masyarakat akan mampu mengadopsi model bisnis ini
- Inovasi dan tehnologi terapan apa yang mampu menjadi percepatan
- Strategy untuk mempertahankan pola bisnis yang berkelanjutan
- Konsep pemberian Bantuan Teknis, Itensitas Konsultansi, Jaringan/Networking, Linkage dll
- Dan yang terpenting, social impact apa yang ingin diraih
Source :
Swa.co.id , Kompas.com, Danamonawards.org ,Startupgrind.com
Interactive Link
http://www.thesedge.org/…/22-awesome-social-enterprise-busi…
http://www.forbes.com/…/one-stop-incubators-hatching-soci…/…
https://www.marsdd.com/…/business-plans-for-social-enterpr…/
http://www.hbs.edu/socialenterprise/Pages/default.aspx