Uang dan cara kita memperlakukannya
Jodhi P. Giriarso
53

Sebetulnya bukan karena “di Jakarta uang yang lecek banyak yang menolak” atau tidak laku. Tapi mayoritas masyarakat kita masih tidak begitu paham dan mengenal uang seperti apa yang masih bisa diterima (istilah resminya: layak edar). Apalagi terkait uang lusuh dan uang sobek.

Uang, biarpun lusuh, jika masih bisa dikenali keasliannya — itu lho, gambar semi-transparannya masih kelihatan — maka dikatakan masih layak edar. Sementara untuk uang sobek tetap dianggap layak edar jika bagiannya masih tersisa 2/3 dari ukuran asli (keterangan lebih lanjut bisa dilihat di sini). Tapi masyarakat umumnya tidak mengetahui ini, makanya banyak dari mereka yang sudah tidak mau menerima meskipun uang itu hanya sobek sedikit.

Makanya kadang-kadang orang-orang awam ini justru lebih mudah menerima uang palsu yang kondisinya dianggap cukup oke dibandingkan uang asli yang masih layak edar tapi sudah tidak utuh lagi.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Zulfana Imama’s story.