Tentang Romansa dan Hal-hal Yang Akan Kita Ingat Saat Renta

— Atau setidaknya saat umurmu beranjak dua puluh tiga.

image cr to google

Sejak kecil, lingkungan terbiasa memaksa kita untuk mengingat hal-hal besar dalam hidup. Bahwa segala sesuatu dalam semesta terbentuk atas sesuatu yang besar: teori big-bang, perang-perang dunia.

“Sejarah adalah milik orang-orang besar”, kata Winston Churcill suatu kali.

Kita lupa di dalam segala sesuatu yang besar terdapat susunan yang seringkali dilupakan.

Semesta, sebelum terjadi ledakan, merupakan kumpulan materi astronomi yang terdiri dari awan gas, bintang, galaksi, dan materi lainnya yang berkembang.

Dalam perang-perang dunia terdapat lebih dari 10 juta manusia yang kemudian mati dijatuhi granat. Jutaan prajurit tewas di ladang-ladang parit. Letih, kelaparan, putus asa. Ideologi seringkali jadi dalangnya.

Begitu pula romansa.

Sebagian dari lingkungan seringkali menafsir sebuah hubungan yang ‘goals’ dengan hal-hal seperti makan malam mewah tiap akhir pekan, travelling ke berbagai tempat, kejutan, hadiah-hadiah.

Semua jadi terkesan mahal.

Seperti seni, saya percaya romansa adalah hal abstrak yang definisinya berdasar pada pengalaman pribadi. Saya sadar tentu setiap orang memiliki gagasan berbeda. Tapi sayangnya saya bukan pengikut Winston Churcill.

Romansa tidak terbentuk dari sesuatu yang besar, meski tentu ia ikut ambil bagian dari konspirasi alam semesta. Ia, bagi saya tersusun atas memori-memori kecil tak terduga. Yang kesemuanya terasa hangat dan membuat kita tersenyum sendiri jika diingat-ingat nanti saat beranjak renta.

Seperti misalnya;

Saat dia memaksamu untuk menukar helm yang basah karena hujan, hanya agar kamu tidak jatuh sakit. Atau memotong kukumu karena kau terlalu malas untuk potong kuku sendiri. Atau tiba-tiba berkata “aku sayang kamu deh” saat belanja mi instan di swalayan. Atau bersedia menemanimu membeli panci pesanan ibu. Atau kebiasaan menertawakan orang konyol keras-keras saat di jalan. Mengganggumu ketika kamu sedang serius-seriusnya mengerjakan tugas. Mencubit pipimu tiba-tiba saat mengendarai motor. Dan kebiasaan aneh lain yang jarang dilakukan orang kebanyakan.

Hal-hal tersebut tidak dapat kamu temukan di kafe-kafe fancy. Atau di hingar-bingarnya pusat perbelanjaan.

Karena saat beranjak renta — atau setidaknya ketika usiamu menginjak dua puluh tiga — kamu akan menyadari satu hal.

Romansa terbentuk atas segala susunan kecil yang seringkali dilupakan;

Memori dan kebiasaan-kebiasaan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.