Himpunan Tempat Aktualisasi Diri?
Aktualisasi diri.
Aktualiasi diri adalah hierarki tertinggi dari diagram kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham Maslow. Maslow sendiri mendefinisikan aktualisasi diri sebagai kebutuhan memenuhi keberadaan diri dengan memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan memenuhi keberadaan diri? Apa pula yang dimaksud dengan memaksimumkan penggunaan kemampuan dan potensi diri?
Memenuhi keberadaan diri didefinisikan oleh penulis adalah kemampuan untuk membuat diri sendiri seideal mungkin. Tentu saja, ideal setiap orang berbeda-beda dan disini makna seideal mungkin berasal dari pendapat diri sendiri. Untuk bagian memaksimumkan penggunaan potensi diri penulis mendefinisikan menurut KBBI. Potensi menurut KBBI artinya kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Oleh karena itu, bagian memaksimumkan penggunaan potensi diri penulis definisikan adalah memaksimumkan kemampuan diri sendiri yang memiliki kemungkinkan untuk dikembangkan.
Dari kedua hal diatas dapat disimpulkan aktualisasi diri adalah mencapai makna keidealan sesuai pendapat pribadi dengan cara memaksimumkan kemampuan yang memiliki kemungkinan untuk dikembangkan. Contoh, jika pada dasarnya seseorang memiliki kemampuan perencanaan yang sempurna, untuk apa dia berusaha bisa spontan dengan perubahan. Menurutnya perencanaanlah yang ideal bukan spontanitas. Jadi dia mengaktualisasikan dirinya sebagai perencana yang hebat dan memaksimalkan kemampuannya tersebut.
Penulis tekankan yang tadi penulis tuliskan adalah definisi menurut penulis setelah mengartikan per-bagian. Sebenarnya definisi aktualisasi diri memiliki banyak perdebatan. Ada yang menganggap aktualisasi diri yang benar adalah mencapai keidealan yang disetujui banyak pihak. Contoh, seorang yang teraktualisasi diri secara benar memiliki spontanitas yang bagus sehingga ia dapat beradaptasi di keadaan apapun dengan cepat.
Mungkin jawaban dialektis yang dapat penulis tawarkan adalah harusnya manusia memaksimalkan kedua sisi meskipun ada yang harus diutamakan.
Himpunan sebagai wadah aktualisasi diri.
Setelah mendefinisikan aktualisasi diri penulis mencoba menghubungkannya kepada himpunan. Apakah sebenarnya himpunan merupakan wadah aktualisasi diri sebenarnya ataukah hanya wadah aktualisasi profil himpunan tersebut? Apakah himpunan mahasiswa perencanaan wilayah dan kota merupakan wadah untuk mengaktualisasi diri secara sepenuhnya ataukah hanya mengaktualisasi profil perencana yang baik?
Sekali lagi penulis mencoba menjawab secara diaklektis. Mungkin dalam himpunan hal tersebut ada namun lebih diutamakan adalah bagian mengaktualisasi profil himpunan yang telah ditawarkan oleh badan pengurus melalui RA daripada mengaktualisasi diri secara keseluruhan sesuai definisi yang sudah dituliskan di bagian sebelumnya. Penulis berani berkata seperti itu dibuktikan dengan saat menjadi bagian tim materi dan metode kaderisasi ospek jurusan, profil selain yang ditawarkan badan pengurus juga ketua ospek jurusan kurang diutamakan dan sedikit ‘dipaksakan’ kepada kader yang memiliki makna keidealan yang berbeda dengan profil. Dengan begitu judul yang ditawarkan penulis sudah terjawab menurut pendapat penulis. Yaitu, himpunan mengaktualisasi profil perencana yang baik sesuai keputusan BP dan warga tentunya dimana hal tersebut adalah bagian dari mengaktualisasi diri meskipun terkadang berbeda dengan keidealan beberapa kader. Karena, pada dasarnya himpunan tidak mampu mengaktualisasi secara sepenuhnya toh mungkin saja setelah mencoba kader merasa cocok dengan ‘manisnya’ profil yang ada. Lagipula, setiap orang bisa dan berhak mengaktualisasi dirinya di luar himpunan asalkan tidak meninggalkan tanggung jawabnya di himpunan.
Bismillah… dengan ini saya menyatakan akan menggunakan himpunan sebaik-baiknya dengan menjadi warga himpunan yang baik sesuai aturan yang ada.
