A medicine

-Juang-

Sama seperti Juang yang menganggap menulis sebagai terapi, aku merasa menulis sebagai obat untukku. Obat semua perihal yang ada dalam pikiran maupun benak. Obat pelipur lara ataupun sebatas pengusir kebosanan akan rutinitas kehidupan.

Bisa dibilang, menulis sudah menjadi bagian dari hidupku, seperti yang telah kusinggung dalam tulisan awal. Rasanya menenangkan dan menyenangkan setelah menulis. Ia bisa menjadi sarana introspeksi diri, membuka pandangan baru dan juga sumber motivasi untukku. Dengan menulis rasanya semua bisa tertumpahkan dengan lebih bebas dibanding harus diucapkan karena tidak semua hal harus dan bisa diucapkan, bukan ? That’s why I like writing :)