Plawid bilang: “dan harus ada jawabnya”
ITB, 23 Agustus 2017
intinya disini mau ngarsip beberapa hal yang masih bisa aku ingat dari percakapan kurang lebih 2,5 jam tadi. jam 2 siang sampe jam setengah 5 kurang. lama ya ternyata. lumayan. dapet oh baru, walau ga secara paripurna menjawab pertanyaan yang ya jawabannya cuma bisa ketemu di almamater sendiri. jadi, kalau plawid bilang “supaya kampus ini menjadi tempat bertanya, dan harus ada jawabnya” kayaknya buat aku yang bukan salah satu mahasiswanya, ini bisa jadi pengecualian yaa.
selalu terikat tempat, dan waktu. semua kejadian tuh pasti gitu, dan arsip, menurutku adalah tempat untuk menjelaskannya. awalnya cuma sebatas nanya doang ya via chat, karena kepo masalah kongres. yap, lembaga legislatif yang menurut pandangan pribadiku perannya di kampus ini sudah cukup baik, dibanding sama di kampus sendiri. dan kebetulan lagi ada waktunya aja balik bandung, yaudah aku memutuskan untuk tw-tw tentang kongres ini, sama PJS Ka Kongnya. sempet ditanya kenapa bisa tiba-tiba nanya masalah ini? yaa, pertanyaan dasar banget ini ya.
jawaban paling jelas yang bisa aku kasih adalah ya baru terbukakan untuk melihat adanya hal yang cukup tidak sesuai sepertinya (ini bahasanya sudah cukup halus belum ya?) di kampus sendiri, dan pada akhirnya kepo sama kampus lain. dan pintu untuk keponya akhirnya dibukain lewat kampus ini. tahun ini aku melihat kinerja dan apa yang dibawa oleh lembaga eksekutif di kampus sudah lebih baik dibanding tahun sebelumnya, sehingga pada akhirnya geser mencoba melihat lembaga legislatifnya. toh sebenarnya fungsi legislatif juga penting, banget sih kalau ku bilang.
berawal dari mencoba mengakses OA dari DPM di kampus sendiri. maaf maaf aja ini mah, bukan seakan ingin menjatuhkan ya, semoga bisa jadi pembelajaran aja dikemudian hari. toh reader aku berapa orang sih? aku menulis dalam kesendirian. “sometimes only paper will listen to you” aku tak menafikan keberadaan Allah yaa. media nulis emang selalu sesubjektif itu pada intinya. wait, ini kenapa jadi kesini?
balik lagi, aku berusaha membuka web sih lebih tepatnya, web DPM kampus sendiri. apa yang aku temui? memang agak disayangkan sih ketika disitu aku hanya menemukan AD-ART saja, tanpa GBHO dan undang-undang. sempet mencoba buka web DPM univ lain, seperti misalnya UI, dan sempet nyari juga gimana AD-ART univ lain. yaa, sebegitu keponya saya yaa.
bukan tanpa usaha. aku mencoba chat akun line dan ig DPM. sejauh ini baru ditanggapi via line. intinya akunnya berterima kasih atas saranku. udah. dan beberapa hari selanjutnya, aku coba chat lagi, kira-kira GBHO dan undang-undang bakal di upload kapan, tapi masih belum dijawab. mungkin akunya aja ya yang ga sabaran. tapi, namanya juga bagian dari netijen/warganet/khalayak, peraturan kampus yang sebenarnya menjadi hak massa kampus juga seharusnya bisa diakses dong. mencoba memposisikan sebagai orang yang no excuse ke orang lain, bukan ke orang lain, ralat: lembaga. meminta pertanggungjawaban atas amanah, yang udah mencapai tengah periode kepengurusan, bahkan lebih. wajar ya? terima kasih
oke, balik lagi. ini beberapa tanya jawab yang terjadi tadi yang ingin aku arsipin biar ga lupa, buat bahan ngobrol sama orang lain di kampus sendiri juga:
Z: kalau di ITB aturan dan sejenisnya tuh ada apa aja sih? terus yang biasanya berubah tuh yang mana aja? aku buta banget hal ginian tapi ya
B: Konsepsi KM, AD-ART, GBHP, sama tap kongres. yang biasa dipake itu sih, tapi ada juga AK, arahan kerja, untuk MWA-WM. (sepertinya dia nyebutin hal lain tapi aku lupa, maafin). kalau konsepsi dan AD-ART emang jarang banget diubah, kalau diubah pun jangka waktu berapa tahun gitu baru diubah. yang biasanya diubah, bukan diubah mungkin ya, ditambah gitu, itu ya tap kongres karena bentuknya udah teknisan gitu. ini kongres juga mau bahas tap kongres no 20 (kalau aku ga salah inget sih) bagian tentang penggunaan identitas KM (ada 3: bendera, lambang, sama jamal) karena sempet rame setelah kejadian video kemarin.
wait, ga jago nginget tanya jawabnya, intinya dia jelasin ini juga:
B: jadi sekarang udah mulai dibentuk tim ad-hoc GBHP, jadi intinya disitu ngerumusin tentang kebutuhan dan aspirasi massa kampus, makanya sebisa mungkin tiap lembaga bisa ngirimin perwakilannya (dan setelah aku baca di OA kongres ITB yaa mereka emang masih tahap pencarian gitu, dan ad-hoc GBHP ini bakal jadi arahan untuk kabinet yang mempertimbangkan aspirasi dan proker di HMJ dan unit supaya apa? supaya terintegrasi), ad-hoc ini juga bantu buat AK MWA-WM. diharapkan selesai oktober sih, atau intinya sebelum PEMIRA. kenapa? karena calon Presiden KM juga pastinya bakal ngeliat GBHP untuk nyusun semuanya yang mau dia ajuin ke massa kampus.
tanggapan aku: oke, cukup oh aja, padahal mah kagum sendiri. kalau kemarin pernah nanya-nanya ke Pres EM yang sekarang jabat, sebenarnya gimana proses merumuskan apa yang dibawanya, kurang lebih dia membaca lingkungan, banyak nanya ke massa kampus, dll. dan setelah ada informasi tentang fungsi GBHP ini, aku merasa, yaa untung bangetlah calon presiden yang mau naik, dimudahkan dalam penyusunan visi misi, arah geraknya dengan melihat memang apa yang dibutuhkan oleh kampus. ini poin penting yang ingin aku arsip sih. GBHP itu penting. tapi, karena aku ga paham juga sebenarnya GBHO di kampus sendiri bagaimana, dan sebenarnya fungsinya apa kalau ga pernah ada sosialisasi dan bahkan belum dipublish, aku bisa apa?
B: iya, kalau di ITB tahapannya tuh tingkat 1 pengenalan, tingkat 2 pembelajaran, tingkat 3 pengabdian, tingkat 4 penjaga nilai. dan di tiap tingkatan itu emang ada poin-poinnya gitu yang harus dan bisa dilakukan. dan kalau aku sekarang, itu ada di tahap ke 3, tahap pengabdian (iyaa, kan sedang mengabdi sebagai pejabat kampus di kesenatoran).
tanggapan aku: oh lagi ga? saking karena baiknya lingkungan di situ kali ya, bahkan mereka mengarahkan, nanti tuh kalau kita jadi mahasiswa di kampus itu, kita bisa ngelakuin apa aja sih, dan kita di tahap apa sih. mengidentifikasi. poinnya disitu sih kalau menurutku. penting ga sih? penting banget kalau menurutku, mencoba mengidentifikasi tuh, biar kita paham juga, sebenarnya kita udah ditahap mana, dan kita harus mengejar yang mana.
apa lagi yaa, sisanya dia cerita tentang kongres gimana. aku boleh nulis disini ga ya? yaa intinya dia cerita tentang renstra yang sedang dicoba dikerjakan oleh komisi studi dan perancang kebijakan, tentang mau buat semacam pedoman keuangan gitu, karena katanya sih bakal ada rencana aliran uang bakal langsung diserahin ke mahasiswa untuk dikelola, jadi kalau biasanya lewat LK (aku lupa singkatannya apa), bakal ada rencana langsung dikasih ke mahasiswa, jadi yang ngurus pembagian uangnya itu mahasiswa sendiri. dia bilang juga, di ITB kan gaada jurusan ekonominya, jadi ya mungkin kabinet bakal ada menteri keuangannya, harus belajar sendiri juga tentang keuangan ini, terus ada rencana juga supaya ada badan audit keuangannya gitu macam BPK, dan harapannya kalau kongres ingin kayak DPR yang punya spesifik bidang. misal komisi VI dia mengatur tentang apa, dsb dsb. aku yang denger cuma bisa, okee, kece banget sih kalian :”)
hoiyaaa, dia juga sempet menganalogikan sesuatu.
B: masih inget pelajaran fisika kan? (agak shock tiba-tiba diajak bicara fisika), yaa jadi kalau misal ada silinder terus menggelinding di bidang miring, dia ga cuma muter doang kan, dia juga ada perpindahan. jadi selain ada rotasi, dia juga translasi. yaa, sama juga dengan organisasi. jadi yang ga cuma muter-muter ditempat doang, tapi harus ada pergerakan yang menuju suatu titiknya gitu (dapet poinnya kan yang ini? cukup jelas, dijelasin pas ngobrol masalah renstra)
kita sedikit banyak juga bahas tentang kaderisasi, karena yaa aku merasa senang sekali dengan kaderisasi kampus gajah ini. dia juga setuju kalau kaderisasi juga hal penting, dia juga nambahin:
B: sebenarnya kaderisasi paling penting dan paling berarti tuh “kaderisasi akar rumput”, keteladanan. jadi aku tuh punya guru, aku dan 3 temen yang lain sering banget ngobrol sama upi. (dan langsung aku potong pembicarannya: aku suka ITB pintunya juga dari a upi!) ngobrolin banyak hal sih bahas tentang PATRA, dll (aku lupa, intinya dia bilang tentang keresahan-keresahan yang ada juga gitu). jadi dulu, upi tuh kan termasuk yang elektabilitasnya tinggi banget, dia tapi gamau jadi presiden kabinet karena gamau kalau dia dipilih cuma karena dia terkenal, karena orang-orang tau dialah, tapi dia takut kalau jadi presiden dia gapunya apa-apa. intinya, bukan cuma masalah seberapa tenar, seberapa dikenal sama orang, tapi poinnya adalah apa yang dibawa, dia takut gabawa apa-apa di kabinet. dulu kondisinya a upi juga jabat kahim, dia ngomongin alasan ga naik jadi presiden didepan 100 massa PATRA, sambil nangis. keren sih. (dapet poinnya? intinya kaderisasi akar rumput tuh yaa dari obrolan, keteladanan yang ada. dia bahkan bilang, proses aku ngobrol sama dia tadi juga masuk kaderisasi kok, aku ngangguk aja, bener banget sih).
mau ngarsipin apa lagi jul disini? segitu dulu aja kali yaa. udah jam 1.20 tanggal 24 Agustus 2017 sekarang. dia sempet bilang, ya berjuang gabisa sendirian, harus nyari temen sih. aku ngangguk banget untuk hal ini.
tapi, seperti yang aku bicarakan diawal banget waktu aku memutuskan untuk ngobrol langsung sama PJS kakong tadi, aku masih gatau arah pembicaraan ini bakal aku bawa kemana, karena masa studiku yang sudah tua, dan aku masih bingung untuk mencari siapa orang yang bisa ku ajak bicara terkait hal ini (lembaga legislatif, kongres, dll). untuk sementara, ku arsipkan dulu. terima kasih untuk oh barunya. banyak pekerjaan rumah yang aku bawa dari obrolan tadi, kalau aku mau keukeuh sama apa yang aku harapkan.
