Perihal Merancang Logo

Foto Ini tidak ada hubungan dengan tulisan, jika dihubungkan maka layouter juga bisa pegang tongsis. :)
Tulisan ini jangan dianggap serius, hanya mengasah menulis sahaja.

Ketika seorang teman meminta bantuan saya merancang sebuah logo, maka saat itu juga, saya ingin menjadi mutan berkekuatan super yang dapat membuat orang lain mendadak lupa pada apapun, atau membuat diri saya bisa lupa diri saya sendiri.

Dengan kekuatan ini mudah-mudahan teman saya itu, tidak menagih persoalan merancang logo jika kemudian hari berjumpa, baik melalui kuota bisa jadi juga di warung kopi.

Namun dengan senang hati saya akan membantu, jika seorang teman meminta “tolong” pada saya merancang wajah media cetak, seperti poster, spanduk, baliho dan lainnya. Sebab layout/tataletak adalah kemampuan menonjol saya sebagai terduga designer.

Saya suka melayout sejak di duduk bangku kelas tiga SMA, berlanjut di bangku kuliah, kebetulan dapat kesempatan menajamkan kemampuan layout di koran Harian Aceh pada 2008 hingga sekarang.

Merancang logo itu spesialiasi lain, dikenal desainer logo. Desainer tataletak dan desainer logo itu beda, mesti banyak juga desainer yang bisa menguasai kedua bidang itu. Nah saya bukan orang dengan dua keahlian itu.

Merancang logo bagi saya sukar sekali, setiap tawaran pembuatan logo, maka pikiran saya bergelut dengan; saya harus riset, bentuk logo harus unik, beda dan mudah diingat. Warna juga harus menjadi penanda.

Lalu muncul pertanyaan lain, bagaimana logo ini nantinya beda dengan yang lain, bagaimana logo ini cocok ditempatkan di media apapun, bagaimana jika logo ini tidak menarik di mata umum.

Kemudian muncul lagi hal-hal seperti; bagaimana saya bisa menerjemahkan brief dari teman itu, agar sesuai harapan dengan hasil visual yang saya rancang nantinya, maka saya harus kembali ke; riset, riset, dan riset.

Nah ujung-ujungnya, Kekhawatiran yang paling besar adalah bagaimana jika logo yang saya rancang nantinya, sesuai harapan teman saya itu, tentu saja saya akan sedikit dipuji, ditawar gratis satu atau dua gelas kopi pancong berikut sepiring roti samahani dan sepucuk terima kasih.

Merancang logo berarti menciptakan wajah baru yang belum ada, wajah itu nantinya akan terjun kedalam berbagai media cetak dan elektronik, ia akan menjadi identitas setiap lembaga, perusaan, atau apapun namanya itu.

Jika logo itu disambut dengan baik maka logo itu tercipta dengan riset panjang dan melelahkan, syukur-syukur datang ide diwaktu yang tepat, lalu siap dengan waktu singkat. Namun ide cepat itu juga bukan mukjizat yang datang tiba-tiba, tapi ada proses panjang sebelumnya.