Aku tahu, ini masih terlalu pagi untuk sebuah puisi. Tapi aku ingin membuatkannya satu; untukmu lagi.

kamu boleh membayangkan tulisan ini ikut turun bersama hujan deras yang sedang mengguyur atap rumahmu

lalu satu persatu, kata-kataku menetes di kornea matamu, menerobos genteng kamarmu yang anggap saja sedang bocor

kemudian; kalimatku membasuh seluruh tubuhmu,
hingga jarak kurang lebih seratus sembilan puluh kilometer ini habis kutempuh lewat puisi

kau boleh juga membayangkan tulisan ini disuguhkan dengan secangkir coklat panas oleh si bibi

silahkan kau habiskan, sambil melamunkan tarian hujan sore tadi

Atau,

biar aku yang menjadi bayang; dalam bentuk bulan sabit di kamera handphonemu kemarin malam

karena, aku dan kamu hanya bisa saling "membayangkan"

selebihnya menerka, menduga, dan tak sampai kepada; menjaga.

ah, ini tidak seperti puisi
tapi lebih mirip sebagai ungkapan seorang aku; yang sedang jatuh hati

dan hey, selamat pagi😉❤