Zury Muliandari
Aug 23, 2017 · 1 min read

Dan,

Seorang anak perempuan tinggal sendirian, di serambi kenangan. Sesekali menoleh ke kiri, sesekali menoleh ke kanan. Sesekali tertawa, sesekali terdiam.

Seorang anak perempuan tinggal di batas keteraturan. Sesekali mempertanyakan, ia robot atau halaman buku yang telah usang.

Angin kencang menjadi teman, musim-musim dilewatinya dengan air mata yang kering.

Seorang anak kecil, menyapa.

Menawarkan secangkir kehidupan dengan tanah dan langit yang fiktif.

Lalu perempuan itu melepas dahaganya pada segelas tipuan yang memabukkan.

Kemudian; ia hilang. Meninggalkan setapak kenangan lain, di serambi yang malang.


~Ranting~

image from instagram

)

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade