
Kalem (PART 1)
"Aku teh udah punya pacar. Kamu ngga percaya banget."
Suara Natara terdengar nyaring di telinga Arumi, perempuan yang terang-terangan mengakui perasaannya kepada pria berdarah sunda itu.
Detik berdetak dengan musik hening. Natara memilih berlalu meninggalkan perempuan dihadapannya dengan sebuah isyarat; jangan dekati aku lagi.
Sedangkan Arumi, malah menelan ludahnya sendiri. Menatap punggung lelaki pujaannya merangkak jauh dari bola mata yang sedang berkaca-kaca, menunggu pipi bulatnya dibasahi air mata kecewa.
***
"Yang, main yu makan baso."
Natara tak ingin terlalu memikirkan perasaan Arumi yang rumit, lelaki ini lebih merasa perlu untuk membahagiakan kekasihnya dengan makan bakso di siang hari yang cuacanya cukup mendukung untuk berkencan ria.
"Yuk"
Jawaban Yuli seakan membuka pintu-pintu bahagia di hati Natara, seperti mesin waktu yang ingin membuatnya lupa tentang pertemuannya tadi dengan Arumi, pertemuan yang bahkan lupa ia semogakan.
***
Sepasang kekasih ini selalu serasi walau tak memakai baju coupelan, langit kota Bandung pun selalu biru untuk memayuni keduanya berkencan dengan replika senyum penuh haru.
Meski usia Natara delapan tahun terpaut lebih tua, Yuli tak ingin dirinya kalah dewasa. Hubungan itu justru terjalin sederhana karena penerimaan yang tulus dari keduanya.
***
Setelah beberapa menit berjalan kaki, dan setelah ranting-ranting pun dedaunan dibuatnya iri dengan dua sejoli ini, akhirnya mereka sampai di kedai bakso yang katanya sudah cukup menggoda cacing di perut Natara.
Sebelum Yuli menentukan ingin duduk di bangku yang mana, seorang perempuan dengan wajah tertegun terlihat menghampirinya. Mata perempuan itu terlihat sendu, bibirnya cukup kering seperti kekurangan minum, rambutnya terurai panjang dengan sedikit berantakan. Tak lama, malah Yuli yang tertegun saat melihat Natara menyapa gadis itu;
"Hey, Arumi. Kenalin dulu atuh, ini Yuli pacar aku."
Lelaki ini berbicara dengan santai dan bangga kepada lawan bicaranya.
Saat itu Yuli hanya mematung, sekaligus bingung. Akhirnya ia hanya melemparkan seulas senyum untuk perempuan yang baru diketahui namanya, Arumi.
Namun sayang, Arumi tak memamerkan ekspresi apapun. Ia bahkan tak mampu membalas sapaan dan perkenalan lucu dari lelaki yang dikaguminya. Sontak kakinya berjalan dan langsung meninggalkan atmosfer romantis itu.
bersambung
~Ranting~
image from instagram
