
Kalem (PART 2)
Yuli semasa SMA adalah perempuan yang cantik, juga sibuk. Ia aktif dalam kegiatan olahraga dan seni. Menjadi salah satu anggota dari tim basket sekolah merupakan identitas yang menunjukkan dirinya adalah perempuan tangguh dan enerjik. Di sisi lain, tergabung pada sebuah grup band pun membuat perempuan berdarah sunda dan sedikit campuran aceh ini terlihat menawan sebab kecintaannya terhadap dunia musik.
Kesibukan tersebut cukup banyak menyita waktu Yuli, hingga hubungannya dengan Natara sedikit merenggang akibat komunikasi yang terjalin sangat terbatas. Terlebih, Natara juga sibuk dengan urusannya sebagai pria yang sudah menginjak usia dewasa.
***
Liburan telah menyapa, dan kabar bahagianya sekolah Yuli berencana akan melakukan tour wisata ke puncak. Sebuah perjalanan yang pasti akan sangat menyenangkan untuk siswa-siswi SMA.
Bandung dan puncak adalah lukisan semesta yang tampak serupa. Hawa dingin puncak tak kalah dengan kota Bandung yang sejuk.
Deretan pohon pinus yang berbaris membentuk lintasan arsimetris membuat puncak seperti sedang melantunkan irama lagu yang puitis. Dilengkapi tanaman teh yang membentuk kebun-kebun cantik berwarna hijau terang ikut mencerahkan hati siapapun yang melancong ke sana. Tak terkecuali, Yuli dan Natara.
***
Setiap siswa memang diizinkan membawa seorang pendamping, bahkan tak jarang yang mengikutsertakan kekasih mereka. Termasuk Yuli yang mengajak Natara dengan senang hati.
Tak sulit untuk menebak bagaimana malam mengisi riuh suasana kemping di kawasan teduh itu. Beberapa bintang di angkasa ikut serta untuk hadir di pesta murid SMA. Alunan gitar pun menjadi melodi yang melengkapi harmoni indah milik para muda-mudi. Tak juga absen, api unggun sudah dinyalakan menjadi lentera yang menghangatkan temperatur udara di sana.
***
Beberapa peringai tak sesuai etika mulai mudah dijangkau mata. Muda-mudi itu tampaknya sudah lupa dengan dirinya yang mesti terjaga. Mulai lupa dengan pesan kedua orangtua yang menyertai langkah mereka. Mungkin mereka juga lupa, kala itu Tuhan sedang menonton drama romantis yang tengah dilakonkannya.
Hingga rembulan mulai meninggi, langit semakin gelap, dan gemuruh tawa nyaris tak terdengar lagi. Sebab, jarum jam sudah singgah di pukul 03:00 pagi. Maka tak heran jika udara puncak semakin menjadi-jadi.
Sampai suara Yuli lantang menjerit-jerit ke langit, seolah ia ingin memberitahu malam bahwa ia tak bisa berdamai dengan tubuhnya yang terus menggigil kedinginan.
Tapi, kemana Natara? Apa yang dilakukannya?
bersambung
~Ranting~
