Kalem (PART 3)

Zury Muliandari
Jul 28, 2017 · 1 min read

“Kamu tau apa yang dilakuin bapak? Dia cuma megang tangan ibu aja semaleman." -Gio-

***

Yuli tak bisa berkompromi lagi dengan suhu udara puncak yang semakin rendah. Tubuhnya didekap sendiri, sebab angin malam itu bertiup terlalu mesra dengan hawa dingin.

Natara? Ia baru terjaga dari tidurnya. Hingga sebuah intuisi lantas menggerakkan pria itu untuk menuju kekasihnya. Kemudian ia tertegun melihat keadaan Yuli yang kontras sedang membutuhkan pertolongan darinya.

Ah, dengan kondisi seperti ini Natara harus bagaimana? Mungkinkah ia perlu memakaikan jaketnya untuk menghangatkan tubuh Yuli? Atau ia bahkan harus memeluk perempuan yang disayanginya itu? Pertolongan seperti apa yang pantas dilakukannya?

Mili detik berikutnya, Natara menggenggam erat tangan Yuli. Ia terus menggenggamnya, sampai malam berganti pagi.

Ya, hanya itu yang ia mau.

bersambung


~Ranting~

Image from instagram

Zury Muliandari

Written by

Perihal pekerjaanku; menjadi penulis untuk kantor di kepalamu.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade