Untuk pertama kalinya, aku membenci jarak.

Ah, hitungan baku ini tak bisa kutangiskan, dan tak bisa aku hilangkan. Sebab, ia tercipta atas kehendak manis dari yang Maha Romantis.

Tapi, aku membencinya.

Aku membencinya, karena kata-kata tak cukup memulihkan seseorang yang sedang sakit di sana.
Aku membencinya, karena stiker di line tak benar-benar bisa memberi hangat untuk sebuah peluk.
Aku membencinya, karena ada rindu yang meneriakkan temu dengan hadir yang semu.
Dan aku ingin melawan jarak, ingin memenangkan rindu; yang duduk termangu di lingkar hitam kantung mataku.

Kamis, 19 Oktober 2017

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.