Selamat Jalan, Muhammad Ali..

di usia 74 tahun, petinju Muhammad Ali, baru saja, meninggal dunia

allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu’anhu

Maret 1967, publik menanti-nanti gelut Muhammad Ali melawan Zora Folley. pada masa itu pula perang Amerika Serikat di Vietnam sedang berkecamuk

pada akhirnya Folley tumbang. setelah pertandingan, Muhammad Ali di tanya wartawan tentang kesiapannya ikut militer AS membumi hanguskan Vietnam

Muhammad Ali menolak. bukan karena ia merasa pantas sebagai juara tinju dunia yang pada tahun 1967, setelah Folley, mampu mengalahkaan tujuh petinju lain yang hendak mencicipi gelar juara

malah, Muhammad Ali mengatakan

“mengapa aku harus mau mengenakan seragam tentara lalu pergi 10.000 mil dari negeriku untuk menembaki orang kulit coklat di Vietnam, ketika para masyarakat kulit hitam di Louisville masih diperlakukan seperti anjing”

Muhammad Ali di usia 18 tahun meraih medali emas di Olimpiade Roma tahun 1960

hanya dalam empat tahun kemudian, 1964, Muhammad Ali di usia 22 tahun meraih gelar juara tinju dunia kelas berat setelah mengalahkan petahana yang jauh lebih berpengalaman darinya, Sonny Liston

mengalahkan Sonny Liston adalah satu hal. tapi mengajak duel peraih gelar juara tinju kelas berat itu, bagi Ali yang saat itu masih anak kemarin sore, adalah hal lain

setahun sebelumnya, demi mendapat perhatian Sonny Liston, Ali muda datang ke Las Vegas tempat duel antara Sonny Liston dan Floyd Patterson berlangsung

Ali mendekat ke ring tinju meneriaki Liston

“lihat! beruang bodoh tidak dapat bertinju dengan benar!”

Liston berang, di hampirinya Ali

“listen here you nigger faggot. if you dont get out of here in 10 seconds, i’m gonna pull that big tounge out of your mouth and stick it up your ass”

Ali menyingkir. tapi urung menyerah. setelah pertandingan. Ali pergi ke Denver, sebelum Liston masuk rumah. Liston akhirnya menerima tantangan. mungkin dibenaknya menjatuhkan Ali di atas ring bukan hal sulit

setahun kemudian, 1964, Liston kalah. Ali merebut gelarnya

Perang Teluk

Agustus 1990 Irak pada saat itu di bawah kepemimpinan Saddam Hussein, menyerang Kuwait. militer Irak menculik ribuan warga asing. PBB mengeluarkan resolusi yang memerinthankan Irak keluar dari Kuwait. Saddam patuh. melepas sebagian tawanan dan menyisakan 15 warga AS lalu mengurung mereka di beberapa gedung yang dicurigai sedang jadi incaran militer AS. 15 warga sipil AS dijadikan sebagai benteng pelindung

tiga bulan kemudian, Muhammad Ali di usia 48 tahun yang enam tahun sebelumnya di diagnosa mengidap parkinson, memutuskan berangkat ke Irak. misinya satu; membujuk Saddam Hussein melepas tawanan

Muhammad Ali meminta izin presiden AS saat itu, George H.W. Bush

Ali tiba di Irak 23 November 1990

seminggu di Irak, Ali tak kunjung diterima Saddam. posisinya menggantung tanpa kejelasan. situasi bertambah buruk ketika Ali kehabisan persediaan obat Parkinsonnya

sehari setelahnya, Saddam bersedia membuka pintu untuk Ali. setelah berdiskusi, mereka menggelar jumpa pers. Saddam mengatakan

“saya tidak akan membiarkan Muhammad Ali pulang ke Amerika seorang diri, tanpa membawa serta 15 warga AS yang akan menyertainya”

2 Desember 1990, Ali beserta para tawanan terbang meninggalkan Baghdad

di AS, Ali di hujat. publik menyebutnya haus perhatian dan bernafsu mengejar hadiah Nobel Perdamaian

Ali membalas

“i do need publicity, but not for what i do for good! i need publicity for my book, i need publicity for my fights, i need publicity for my movie — but not for helping people, then it’s no longer sincere.”