SEBUAH MONOLOG PAHIT

Zzyafra Iomaski
Sep 3, 2018 · 3 min read

“Rantaian pertikaian dalam diri saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik ITB 2018.”

Sebagian warga Dusun Cipicung, Desa Cihea, Kec. Haurwangi, Kab. Cianjur

Jelas sajalah kenapa setiap orang yang kutanya, selalu jawabannya, “Sudahlah! Ambil saja, lalu hajar!” Padahal ternyata rasanya tidak enak, seenggak-enggak enaknya karena air saja keruh dan susah, makan saja hambar dan porsinya sedikit parah, setiap malam rasanya resah. Besok mau apa? Kita ini sebenarnya ngapain aja?

Minggu-minggu pertama terasa berat, seberat memikul seonggok kamera DSLR kemana-mana setiap hari. Pegal, berat. Tapi bukan secara harfiah, melainkan secara hati. Rasanya waktuku terbuang sia-sia di bumi KKN ini, tidak heran lagi kenapa setiap hari dihitung mundur, sambil bersumpah serapah bersama-sama selalu menyelipkan kata, “Sumpah, ini mata kuliah tidak jelas.”

Lalu kata-kata “Tidak terasa ya,” bisa jadi kata paling haram untuk diucapkan. Misalnya saja, “Tidak terasa ya udah seminggu aja di sini.” Rasanya ingin kusumpal mulut mereka jika mendengar kata-kata itu, menurutku itu munafik dan kontradiktif. Separah itu sampai-sampai hanya mengisi hari demi hari dengan keluh kesah. Katanya sih biar lega aja, meskipun hanya sekedar buang air aja aku tidak pernah lega.

“Airnya keruh banget,” Keluh hatiku.

“Makanannya sadis, sih, tidak manusiawi” Keluh hatiku yang satunya lagi.

“Orang-orangnya tidak keren.” Keluh hatiku yang ketiga.

Semakin lama mencoba mengorelasikan anggapan pribadi mengapa KKN ini sepi peminat. Tapi sekali lagi yang kuhadapi hanya anggapan kontradiktif. Tidak, aku baru saja ingat. Sangat jelas bahwa setiap orang yang kutanya, selalu jawabannya, “Sudahlah! Ambil saja, lalu hajar!”

Lantas, apa yang harus aku hajar?!

Panitia?! Teman?!

Atau bahkan warga sekitar?!

Seperti alergi, merasa risih, dan merasa tempatku bukanlah di sini. Mungkin gadget ditangan biasa jadi merupakan salah satu media peluapan, tapi apa daya sinyal saja tidak pernah mencapai dua bar. Hanya membuka kalender, alarm, dan beberapa galeri berisi stok film-film yang semakin lama menipis karena sudah hampir ku tonton semua.

Tanpa kusadari, ternyata sudah dua puluh hari berlalu. Jelas saja tidak terasa karena isinya cuma keluh kesah diri dan berbagai hal yang lebih banyak mudhorot daripada manfaatnya. Lantas aku tidak pernah merasa telah menghajar apapun, seperti yang orang-orang bilang di awal-awal.

Namun lagi-lagi tanpa kusadari, satu hari terakhir baru terasa. Tentang apa yang seribu kali lebih baik daripada sebatas air yang jernih, makanan yang enak, dan orang-orang keren. Satu persatu kilas balik tergambar di pikiran sombongku ini, tentang teman-teman dan orang-orang yang ternyata telah memberi hati terjernih sedunia, tentang wajah-wajah tulus yang menghidangkan senyuman terenak sedunia, tentang siapa saja yang memiliki kebijaksanaan terkeren sedunia. Yang bahkan secara tidak sadar sudah aku konsumsi selama dua puluh hari berturut-turut tanpa tahu sepatah rasa terimakasih.

Maka, saat ini juga kuucapkan terimakasih untuk semua orang atas cerita dan kenangan renyah yang baru kusadari di penghujung malam ini. Tawa senyum, kebacotan lambe, air mata hujatan, pelukan keaakraban dan berbagai hal yang berhasil membuat gigiku kering di malam ini karena tersenyum-senyum sendiri. Kilas balik yang membawa memori hangat, hingga menghangatkan hati ini yang sedari awal telah beku.

Aku jadi teringat lagi, jelas sajalah kenapa setiap orang yang kutanya jawabannya, “Sudahlah! Ambil saja, lalu hajar!”

Sangat jelas dan aku baru tau jawabannya tentang apa yang harus aku hajar.

Sederet kebiasaan buruk, kekakuan, kemanjaan diri, kesombongan dan egoisme dalam diri.

Ah, jelas sajalah kenapa setiap orang yang kutanya, selalu jawabannya, “Sudahlah! Ambil saja, lalu hajar!”

Ternyata aku baru sadar, KKN memang pelajaran yang luar biasa.

  • ***************

Zzyafra Iomaski — 2018

Zzyafra Iomaski
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade