Buah Kolaborasi Massa

Salah satu produk budaya kita yang paling berharga

18 Juli 2006

Aaron Swartz, 19 tahun.

Seringkali aku berpikir bahwa dunia perlu menjadi jauh lebih terorganisir. Banyak orang menulis ulasan tentang acara televisi, tapi tampaknya tak ada seorang pun yang mengumpulkan dan mengatur itu semua. Panduan pengantar yang baik untuk mata pelajaran itu penting untuk pembelajaran, tapi cuma kebetulan saja aku tersandung bacaan-bacaan macam itu. Pengetahuan kumulatif tentang ilmu adalah salah satu produk budaya kita yang paling berharga, akan tetapi itu semua hanya bisa ditemukan di ribuan artikel pendek yang tersebar di ratusan jurnal yang berbeda.

Aku menduga pemikiran ini juga ada pada orang-orang lainnya, melihat begitu banyak upaya untuk mengecilkan hati mereka. Penulis opini yang menentukan dan terhormat sering ditemukan mengejek proyek besar macam itu atau menunjukkan kekurangan yang ada di dalamnya. Seorang teman menjelaskan pada saya bahwa segera setelah keluar dari sekolah dia hampir bunuh diri dengan mencoba memulai semacam proyek besar dan sekarang ia mencoba mencegah teman-temannya membuat kesalahan yang sama.

Orang dapat, tentu saja, membuat argumen yang sebaliknya: melihat banyaknya kebutuhan untuk proyek semacam itu, mestinya memang cukup mustahil. Tapi setelah diamati lebih dekat, itu tak benar. Apakah ada proyek yang lebih besar daripada kamus atau ensiklopedia? Siapa yang berani untuk memampatkan semua pengetahuan manusia atau seluruh bahasa ke satu buku? Dan lagi, tidak hanya satu tapi punya merek masing-masing!

Tampaknya bahwa ketika peserta cukup besar (dan hampir semua orang menggunakan kamus dan ensiklopedia), adalah mungkin untuk megerjakan proyek-proyek besar itu. Hal ini menunjukkan bahwa kendala [yang menahan] bukanlah hal praktis, tapi ekonomis. Sederhananya, dana untuk itu tidak ada di sini seperti ketika dana itu ada untuk hal-hal yang lain.

Akan tetapi semua ini hanya berlaku untuk era buku, yang mana proyek semacam itu berarti mengumpulkan sekelompok ahli dan membuat mereka bekerja penuh waktu untuk membangun sebuah Karya Petunjuk yang dapat dipublikasikan dan dijual mahal ke perpustakaan. Aku cenderung menghindari triumfalisme, tapi internet, tampaknya, telah mengubah itu. Wikipedia diciptakan bukan oleh ahli berdedikasi tetapi secara acak oleh orang-orang yang tak saling kenal dan sementara kita bisa mengeluh tentang kekurangannya, semua mengakui bahwa itu adalah layanan yang berguna.

Internet adalah media pertama yang membuat proyek-proyek kolaborasi massa menjadi mungkin. Tentu saja banyak orang mengirim kutipan ke Oxford untuk dikompilasikan Kamus Inggris Oxford, tapi staf penuh-waktu diperlukan untuk memilah dan menyunting catatan ini untuk membangun buku yang sebenarnya [cetak] (belum lagi semua pekerjaan yang mesti dilakukan). Di internet, bagaimanapun, seluruh pekerjaan — koleksi, peringkasan, penataan dan penyuntingan — dapat dilakukan dalam waktu luang oleh orang-orang yang tak saling mengenal.

Bahkan lebih mengejutkan lagi, tapi kurang dikomentari, adalah Napster. Dalam hanya beberapa bulan, hampir sebagai produk sampingan, dunia telah menciptakan perpustakaan musik dan data katalog musik paling lengkap yang pernah kulihat. Kontributor proyek ini bahkan tak menyadari bahwa mereka sedang melakukan hal ini! Mereka semua berpikir mereka hanya menyambar musik untuk kepentingan pribadi mereka sendiri. Namun hasilnya jauh melampaui apa pun yang telah diusahakan.

Internet telah mengubah hal-hal praktis dari proyek-proyek besar pengorganisasian. Hal-hal yang sebelumnya tampak konyol dan tidak mungkin, seperti membangun sebuah panduan rinci untuk setiap acara televisi sekarang dilakukan sebagai hal yang wajar. Rasa-rasanya kita seperti berada dalam ledakan karya petunjuk modern, mungkin dengan [melakukan] percobaan-percoban baru pada perkakas untuk membuatnya.


diterjemahkan dari http://www.aaronsw.com/weblog/masscollab, dengan judul asli The Fruits of Mass Colaboration.