Apa itu Business Model Canvas — #BMC101

Mengenal penggunaan business model canvas dalam merancang dan menganalisis model bisnis yang tepat untuk Startup Anda beserta contoh dan template.

Apa itu Business Model Canvas?

Pada dasarnya BMC (Business Model Canvas) adalah kerangka kerja yang bertujuan mempermudah mempresentasikan business model. BMC terdiri dari 3 unsur utama yaitu Product yang ada disebelah kiri, Value, dan Market yang ada disebelah kanan.

Kenapa Menggunakan Business Model Canvas?

  • Easy to visualize

BMC ini memang digunakan untuk memvisualkan suatu bisnis, dengan memilahkannya ke-9 blok.

  • Easy to understand

BMC juga mempermudah teman-teman untuk memahami bisnis dari teman-teman sebelum membaca business plan yang bisa berlembar-lembar.

BMC from ErgoMania

Product:

Pada bagian ini, terdiri dari hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana produk/layanan itu dibuat, hal-hal apa saja yang dilakukan akan produk/layanan itu berjalan, biaya apa saja yang dikeluarkan, dan siapa saja pihak yang bekerja sama?

Photo by rawpixel

Key partners

Key partners adalah pihak-pihak eksternal yang dibutuhkan dalam menjalankan key activities. Hal ini bertujuan untuk mengoptimasi operasi dan risiko bisnis. Salah satu contoh Key partners adalah supplier.

Photo by Fancycrave

Key Resources

Key Resouces merupakan kompenen yang berisi apa apa saja yang dibutuhkan agar suatu organisasi dapat bekerja. Contohnya human resources, kantor, tools, dsb. Fungsi dari key resources agar Key Activities dapat berjalan dengan baik. Resources ini dapat dimiliki oleh perusahaan ataupun pinjaman dari Key Partners. Jika dimiliki oleh perusahaan, tentunya resouces yang yang dimiliki ini akan masuk kedalam Cost Structure, dimana perusahaan tersebut harus mulai menghitung biaya yang harus dikeluarkan untuk memiliki resources tersebut.

Semisal, human resources (jika softdev, seperti engineer, developer, dsb), hosting, komputer, kantor, dsb.

Photo by La-Rel Easter

Key Activities

Key Activities adalah aktivitas/kegiatan dari suatu perusahaan yang dilakukan sebagai eksekusi dari value proposition yang diberikan.

Photo by rawpixel

Cost Structure

Cost Structure berisi tentang biaya yang dikeluarkan dari suatu perusahaan ketika mengeksekusi business model-nya.

Semisal, biaya pemasaran, biaya sumber daya manusia, biaya asuransi produk, biaya penyewaan alat/tempat, dsb.

Photo by Clark Tibbs

Value Proposition adalah solusi yang ingin diberikan kepada customer. Value Proposition ini harus memenuhi apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

Value proposition ini yang membuat suatu startup menjadi menarik dan menjadi alasan suatu customer berpindah dari perusahaan satu ke lainnya. Selain itu, value proposition bisa saja berubah dengan adanya feedback dari customer.

Market

Pada bagian ini, berkaitan dengan siapa pengguna dari produk tersebut? bagaimana produk tersebut bisa sampai ke tangan konsumen? Bagaimana mendapatkan uang dari konsumen? Bagaimana menjaga konsumen tetap pada produk kita?

Photo by Mike Wilson

Customer Relationship

Hal ini mendeskripsikan tentang hubungan perusahaan tersebut dengan pelanggannya. Pada bagian ini, bagaimana cara kita untuk membuat customer tetap menggunakan produk kita.

Photo by William Iven on Unsplash

Channels

Channels mendeskripsikan bagaimana sebuah produk bisa sampai hingga pelanggan .

Semisal, dengan menggunakan media sosial, PR

Photo by rawpixel

Customer Segments

Perusahaan harus menentukan customer yang dituju atau dapat juga disebut segmentasi konsumen. Customer digolongkan berdasarkan kemampuan, kebiasaan, kebutuhan, dll.

Beberapa hal yang bisa membantu Anda menentukan customer segments:

  • Siapa yang akan anda selesaikan masalahnya?
  • Apa karakteristik dari orang tersebut?
  • Berapa umurnya?
  • Apa pekerjaannya?

Dalam menentukan ini, pastikan Anda harus mengukur market size nya. Apakah cukup besar atau malah terlalu kecil.

Photo by Niels Steeman

Revenue Streams

Revenue Streams merupakan kompenen yang berisi bagaimana perusahaan tersebut mendapatkan uang. Revenue streams menurut target nya terbagi menjadi tiga; business to business, business to customer, dan business to government.

Menurut sifatnya terbagi menjadi tiga; transaction model, subscription model, dan monetizing model.

Tools apa yang bisa Anda gunakan untuk membuat Business Model Canvas?

  • Download template via Strategyzer — Print lalu isi dengan sticky notes
  • PowerPoint
  • Sketch langsung melalui kertas

Contoh Business Model Canvas

Business Model Canvas Kickstarter