Apa itu Blockchain? Bitcoin, Ethereum, dan Smart Contracts

Mengenal lebih jauh tentang pemanfaatan blockchain.

by Andre Francois on Unsplash

Blockchain adalah sebuah teknologi desentralisasi suatu data.
Jika terjadi perubahan pada suatu data, maka akan berpengaruh pada data lainnya.

Bitcoin vs Ethereum
Pada dasarnya, bitcoin sudah ada sejak lama, hal itu yang membuat kepopulerannya sangat tinggi. Namun, beberapa negara sudah mengatur bitcoin. Sedangkan ethereum belum.

Mengenal smart contracts: Apa itu Smart Contracts?

Pada dasarnya smart contracts dapat dikatakan seperti teks perjanjian digital yang terdistribusi. Smart contracts digunakan digunakan untuk transaksi keuangan, properti, saham ataupun lainnya secara transparan tanpa menggunakan “middleman”.

cara kerja smart contracts

Contoh praktiknya bisa dilihat pada crowdfunding seperti Kickstarter. Kickstarter berperan sebagai perantara uang yang menjebatani antara supporters dengan campaigner. Dengan menggunakan menggunakan teknologi smart contracts yang ada pada blockchain, supporters dan campaigner tidak memerlukan pihak ketiga, informasi dan konfirmasi ada pada kedua belah pihak, maka uang bisa dikirimkan ke campaigner ataupun dikembalikan kepada supporters ketika tidak mencapai target yang diinginkan. Dengan begitu, transaksi yang terjadi akan lebih transparan.

implementasi smart contracts

Karakteristik dari Smart Contracts

Dari contoh praktik tersebut, dapat terindetifikasi sebanyak 4 karakteristik utama, yaitu; distributed yang artinya data dan fungsionalitasnya terdistribusi atau tidak sentralistik (berada pada server/user yang berbeda-beda), replicated yang artinya data dapat di-backup, immunable yang berarti data tidak dapat diubah dan non-repudiation yang berarti setiap-tiap orang yang melakukan dapat dibuktikan validitasnya.

Apa saja Pemanfaatan Smart Contracts?

Banyak sekali peluang pemanfaatan teknologi smart contracts ini, dari sederhana hingga kompleks dari hanya untuk transaksi antar orang, crowdfunding, manajamen identitas dan aset sampai urusan kepemerintahan. Hal ini menyebabkan banyak industri yang dapat terdisrupsi oleh teknologi blockchain ini.

pemanfaatan teknologi blockchain

Kelemahan?

Tentu saja teknologi ini mempunyai kelemahan, salah satunya adalah bug. Bug ini dapat dimanfaatkan oleh hacker untuk meretas. Adapun dengan regulasi pemerintah yang belum jelas dapat mengancam keberadaaan teknologi ini.

Kesimpulan

Smart contracts memiliki potensi implementasi di industri utama seperti fintech, pemerintahan, manufaktur, dll. Namun, masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk menutupi kekurangan dari smart contracts.