(Some Tips) How to Pitch Your Ideas!

Sebuah panduan berdasarkan pengalaman untuk pitching

Pitching menjadi salah satu skill yang dimiliki startuper, terutama oleh para CEO.

Tentu saja, kemampuan ini akan mempermudah mendapatkan hati investor untuk berinvestasi di startup-nya.

Gak cuma itu sih, ketika kamu membangun startup akan perlu sekali ilmu ini. Kenapa? untuk bisa mengajak orang hebat untuk bekerjasama denganmu perlu pinter mengutarakan ide!

Pitching by Hermes Rivera

Apa sih sebenarnya pitching-itu?

Bisa dibilang kalau pitching itu bagaimana kita dapat mempresentasikan ide. Untuk apa? bisa untuk mengajak seseorang mewujudkan ide tersebut atau berinvestasi dalam ide tersebut.


Photo by rawpixel

Dimulai dari WHO and WHAT

Slide presentasi dapat dimulai dengan siapa konsumennya dan apa masalahnya?

Semisal:
“Di tahun 2022, besar transaksi online sebesar 5 juta USD. Tetapi terdapat 2,5 juta UMKM belum memanfaatkan media online untuk memasarkan produknya”
“Tak hanya itu! terdapat 1,000 perusahaan yang kesulitan menembus pasar online”
Photo by Djim Loic

Perhatikan Waktu

Ketika pitching, biasanya waktu yang diberikan hanya 5–7 menit saja. Apalagi kalau elevator pitch.

Elevator pitch pada dasarnya mengambil konsep “lift” yang kalau naik itu memakan waktu singkat, paling lama hanya 2 menit. Nah, dikarenakan investor tidak punya waktu yang banyak atau mungkin kita bertemu mereka dengan waktu yang singkat, kita harus dapat mempresentasikan produk dengan waktu yang terbatas tersebut.

Biasanya, 10 slides sudah cukup untuk 5–7 menit.

Photo by rawpixel

Perhatikan Konten

Setidaknya ada 3 hal yang ada di pitch deck kamu:

  • Bercerita tentang produk

Value apa yang ingin kamu berikan?

  • Siapa orang dibaliknya (team)

Siapa sebenarnnya tim kamu? Punya background seperti apa?

notes :beberapa angel investor melihat team sebagai faktor yang sangat penting

  • Bagaimana kamu mengubah ide ini menjadi sebuah bisnis

Disini akan berbicara dengan model bisnis, go-to market strategy, ataupun traction.

More tips!

  • Jangan menggunakan bahasa yang teknikal

Investormu belum tentu paham bahasa teknikal, gunakan bahasa yang lebih umum.

  • Hindari kata-kata yang menimbulkan mis-intersepsi

Jika terlalu umum, coba jelaskan spesifik secara definisi. Mungkin investormu akan berbeda persepsi, tapi minimal mereka mengerti apa yang kamu bicarakan.

Photo by Matthew LeJune

PRACTICE!

Seriously, kamu perlu banget untuk latihan. Karena untuk jadi expert, perlu berkali-kali mencoba!

Carilah lomba-lomba yang mengasahkan kemampuan pitching-mu. Kalau bisa, mintalah feedback dari juri. Dimana kekuranganmu dan kelebihanmu.


Bagaimana? sudah ready untuk pitching?