Validasikan idemu sebelum Membangun startup dengan menggunakan framework Javelin Board!


“Gue pengen bikin startup yang membantu petani dengan teknologi satelit agar meningkatkan hasil panen mereka”

atau

“Gue pengen buat sebuah program yang bisa A, B, C, D sampai Z supaya si X bisa lebih produktif”

Mungkin sebagian dari teman-teman pernah sangat bersemangat untuk mengeluarkan ide-ide liarnya untuk menyelesaikan sebuah masalah dan langsung gercep (gerak cepat) untuk membuat prototype dan dengan bangganya “akhirnya gue bikin startup”.

by Startaê Team on Unsplash

Namun, apakah solusi yang ditawarkan dari teman-teman itu sebenarnya benar-benar dibutuhkan oleh orang-orang (terutama customer)?

Apakah permasalahan yang diangkat teman-teman itu benar-benar ada?

Apakah solusi yang ditawarkan oleh teman-teman itu berfungsi sebagai pain killer atau jangan-jangan hanya sebagai vitamin saja?

Nah. Inilah pentingnya teman-teman untuk melakukan validasi terhadap setiap ide yang dibuat oleh teman-teman.

Karena, asumsi itu membunuh.

Kenapa validasi?

Hal ini dilakukan untuk memastikan permasalahan yang terjadi maupun solusi yang akan kamu berikan sesuai dengan situasi dan keinginan pasar/customer.

Produk yang kamu buat jika tidak divalidasi terlebih dahulu, akan memiliki kemungkinan besar untuk gagal karena bisa jadi permasalahan yang ada hanyalah “buatan” teman-teman belaka, atau solusi yang ditawarkan teman-teman tidak sesuai dengan kemauan/kemampuan customer.

Yap, hal ini dilakukan agar mencapai problem-solution fit. (baca lebih lanjut mengenai problem-solution fit di artikel sebelumnya)

Mengenal Javelin Board

Javelin board sendiri adalah tools untuk memvalidasi ide melalui eksperimen.

Bagaimana cara menggunakannya?

  • Javelin board ini bisa teman-teman unduh dengan ukuran kertas yang besar ( bisa dengan A3/A2, sesuai dengan keperluan teman-teman 😆 )
  • Jangan lupa sediakan spidol dan sticky notes

Saatnya validasi!

Pada Javelin board ini terdapat 2 bagian, brainstorming dan execution. Dalam brainstorming kita dapat menuliskan beberapa hipotesis yang mungkin terjadi yang bisa kita test, sedangkan dalam execution dilakukan eksperimen terhadap hipotesis tadi.

Mulai hipotesis — hipotesis ini dibuat dengan yang memungkinkan untuk dieksekusi. Hipotesis yang dibuat terdiri dari dua bagian, customer dan problem.

brainstorming part
  1. Segmentasi pelanggan — Siapa pelangganmu? Punya kebiasaan apakah mereka?
  2. Masalah — Apa masalah mereka? Apa “pain dari customer teman-teman?
execution part

Sudah teman-teman tentukan?

Sekarang saatnya bereksperimen! — Pindahkan sticky notes customer dan problem teman-teman dari brainstorming part ke execution part.

Definisikan solusi yang ingin teman-teman bawakan—Perlu dicatat, bahwa ini BUKAN solusi akhir yang menjadi solusi tervalidasi, solusi ini belum diuji.

Definisikan riskiest assumptionTeman-teman harus bisa mengidentifikasi Asumsi terburuk yang mungkin terjadi kepada solusi yang teman-teman tawarkan. Semisal, pengaruh kompetitor lebih kuat, penetrasi smartphone pada konsumen masih rendah, dsb.

by Tim Foster on Unsplash

Keluar ruangan!

Definisikan metode sukses validasi— Pada tahap selanjutnya, teman-teman bisa menggunakan metode interview, pre-sell, maupun concierge.

Interview tentu saja mengharuskan teman-teman keluar dan melakukan interview secara langsung dan mendalam kepada calon konsumen apakah solusi yang diasumsikan benar-benar menyelesaikan masalah mereka atau tidak.

Pre-sell, dengan cara mencoba menjual produk tersebut walaupun produk tersebut tersebut belum ada. Bagaimana caranya? bisa dengan landing page dan email subscription box.

Sedangkan concierge adalah teman-teman memang sudah membuat produk tersebut dan mencoba menjualnya kepada konsumen.

Semakin banyak data yang bisa didapatkan, akan semakin baik.

by rawpixel on Unsplash

Menentukan Hasil

Tentukan hasil — Bagaimana? Seberapa banyak yang setuju jika solusi yang teman-teman tawarkan merupakan “problem solver untuk calon konsumen? Jika hasilnya tidak memuaskan, maka hasilnya ide tersebut perlu pivot. alias ganti. Jika memang memuaskan, maka solusi tersebut tervalidasi.

Learn. Jangan lupa catat hal-hal yang membuat solusi teman-teman tidak valid ataupun valid.

Tetap terus lakukan validasi, karena situasi pasar itu dinamis!


ABP incubator

liputan bisnis startup terkini

Muhammad Fathi Rauf

Written by

startup enthusiast. digital strategist.

ABP incubator

liputan bisnis startup terkini

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade