Evaluasi Proses Pengerjaan 2016

ANMATEGRA tahun pertama oleh Kementerian MSDM Kabinet Nyala KM ITB 2016

Evaluasi secara keseluruhan

  • Tidak taatnya pengerjaan proyek pada timeline
  • Lembaga (HMJ dan UKM) tidak seluruhnya berpartisipasi (menjadi pengguna) dalam proyek ini
  • Belum terbangun kualitas sumber daya manusia yang mumpuni untuk menjalankan sistem ini di kemudian hari
  • Publikasi kepada publik KM ITB (Massa KM ITB) kurang

Evaluasi Per proses:

Merencanakan Sistem Pendataan

Proses perencanaan terlalu menteri-sentris atau terpusat hanya pada menteri MSDM sehingga dampak jangka panjangnya adalah susah mentransfer pemahaman dan cita-cita kepada pihak yang turut andil dalam proyek ini. Selain itu, kurangnya counter-argument/saran dari pihak luar selain menteri mengurangi kesempurnaan rancangan sistem.

Rancangan platform ANMATEGRA cukup sering mengalami revisi karena selalu ditemukan kesalahan di kemudian hari. Ini bisa jadi merupakan implikasi dari evaluasi yang pertama. Dampak dari rencana yang berubah-ubah ini adalah mengurangi kualitas proses pembuatan platform.

Waktu yang digunakan untuk merencanakan platform sesuai dengan ekspektasi. Student summit membuat proses perencanaan harus dikebut. Namun ternyata pemahaman lembaga mengenai hasil student summit tidak sesuai ekspektasi. Ini dibuktikan dengan pengulangan sosialisasi rencana pasca student summit.

Membangun Sistem Pendataan

Proses pembuatan platform berjalan tidak lancar dan mundur hingga bulan November dari target akhir bulan Agustus yang direncanakan.

Koordinasi dalam proses pembangunan platform terlalu panjang karena kerja sama yang dilakukan lintas kemenkoan. Meskipun pada akhirnya dilakukan pembaharuan dengan mengurangi jalur koordinasi namun proses adaptasi terhadap sistem koordinasi yang baru tidak berjalan mulus diakibatkan oleh faktor Individu.

Pada pembangunan institusional, hasil manajerial perangkat kerja tidak berjalan seperti yang direncanakan karena sumber daya manusia yang kurang capable untuk menjalankan sistem.

Kualitas kesiapan PSDA lembaga belum sesuai dengan harapan karena prasyarat awal bagi lembaga dikatakan siap adalah PSDA tersebut telah menyadari bahwa sistem kaderisasi/penjenjangan di KM ITB mengacu pada Rancangan Umum Kaderisasi KM ITB (RUK) sedangkan secara de facto belum seluruh PSDA lembaga memenuhi prasyarat tersebut, terutama UKM.

Baru 2 dari 95 UKM yang terdaftar sebagai pengguna dan 36/40 HMJ berusia lebih dari 1 tahun yang menjadi pengguna ANMATEGRA. (daftar lembaga ada di lampiran)

Awalnya PSDA Lembaga diharapkan dapat mengedukasi anggotanya sendiri terkait proses pendataan keaktifan tersebut. Namun karena tidak seluruh lembaga yang ikut serta, pun juga belum dapat menjadi perpanjangan tangan kementerian MSDM dalam mengedukasi anggota KM ITB, sehingga sistem ANMATEGRA kurang terpublikasikan. Meskipun sesungguhnya peran individu mahasiswa (massa KM ITB) tidak terlalu berpengaruh secara struktural pada proses pelaksanaan pendataan ini, namun penting bagi massa KM ITB untuk mengetahui, sebagai kontrol terhadap PSDA lembaganya.

Menjalankan Sistem Pendataan

Waktu pembuatan platform memakan waktu lebih lama sehingga durasi menjalankan pendataan lebih sempit daripada yang diharapkan. Meskipun proses pendataan secara fungsional telah dilakukan, baik di lingkup kabinet dan di lingkup Lembaga (yang terdaftar sebagai penggunan ANMATEGRA) namun durasi input data ke platform ANMATEGRA yang sempit sehingga saat ini data yang tersimpan di dalam database ANMATEGRA lebih sedikit dari data sebenarnya di lapangan sehingga data tersebut belum bisa dimanfaatkan untuk keperluan analisis kebijakan kaderisasi sebagaimana mestinya.

Saran

- Program kerja ini layak untuk dilanjutkan di kepengurusan berikutnya karena perannya yang vital dalam implementasi RUK KM ITB secara utuh.

- Sistem yang telah tersedia saat ini telah memiliki fitur-fitur minimum yang dibutuhkan untuk menilai ketercapaian pelaksanaan RUK sesuai dengan amanat AD/ART KM ITB. Dengan telah terbangunnya portal interaksi antara lembaga dengan anggotanya, serta antara kabinet dengan lembaga, maka masih sangat mungkin untuk mengembangkan fitur-fitur lainnya dalam rangka menunjang fungsi kabinet secara umum, tidak hanya di bidang pengembangan anggota saja.

- Pembuatan platform sebaiknya berada di bawah kontrol langsung Kementerian yang mengembang mandat pendataan terintegrasi. Serta adanya kesepakatan yang jelas di awal agar dapat menjamin pelaksaan taat pada rentang waktu yang diharapkan.

- Sosialisasi terhadap lembaga perihal pendataan perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya sebatas di Kementerian MSDM. Sosialisasi terhadap HMJ sudah berjalan tinggal bagaimana mempertahankan interaksi secara konsisten sedangkan untuk UKM masih perlu upaya ekstra.
 Apabila Massa KM ITB telah merasakan manfaat dari sistem ini di HMJ masing-masing dan Kabinet KM ITB, maka seharusnya secara teori mekanisme pasar akan membuat UKM dengan sendirinya merasa perlu untuk menjadi bagian dari sistem ini akibat permintaan dari massa. Proses ini akan berjalan lama, sehingga perlu peran kabinet untuk mengkatalis proses ini dengan sosialisasi kepada lembaga yang lebih intensif dan intimate, serta publikasi kepada massa KM ITB secara kesuluruhan perihal urgensi dan manfaat yang diperoleh dari program ini.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.