50 Juta Pelanggan Berbayar dan Spotify Masih Merugi

Spotify: 50 Juta Pelanggan Premium

Twit pada tanggal 2 Maret 2017 lalu cukup mengesankan, bahwa Spotify (layanan music streaming asal Swedia) menyatakan secara resmi sudah membukukan sebanyak 50 juta pelanggan premium atau berbayar. Dari waktu ke waktu, angka pertumbuhan pelanggan Spotify premium ini terus mengalami kenaikan. Pada bulan September 2016 lalu telah tercatat sebanyak 40 juta pelanggan berbayar.

Saya adalah merupakan salah satu pelanggan premium/berbayar. Sejak dari awal mengenal Spotify sudah merasa ‘sangat jatuh cinta’ dengan layanan ini. Bahkan sebelum layanan ini masuk ke Indonesia, dengan bantuan VPN saya mencatatkan diri sebagai pelanggan yang tinggal di New York, Amerika Serikat pada tanggal 18 April 2013 dan saya mulai mengaksesnya dari Indonesia, dan bisa menikmati fasilitas premium dengan selalu membeli giftcard senilai $10 untuk penggunaan jangka waktu satu bulan. Dan sejak April 2016 saya merupakan premium subscriber Spotify Indonesia dengan membayar Rp 49.990,- tiap bulan.

Pencatatan angka 50 juta pelanggan berbayar ini tentunya cukup istimewa, karena saat ini layanan Spotify sudah tersebar di hampir 60 negara, dimana ada sejumlah 30 juta katalog lagu yang bisa diakses secara berbayar ataupun gratis dengan iklan.

Namun, dari pendapatan yang diperoleh dan adanya 50 juta pelanggan berbayar, tidak menjamin layanan musik yang beroperasi sejak April 2006 ini, serta merta berbicara untung. Hingga saat ini Spotify masih terus mengalami kerugian dikarenakan 80 persen dari keuntungan Spotify dibayarkan untuk keperluan royalti kepada pihak label, penerbit, produser, dan artis.

Program baru yang direncanakan akan ditawarkan Spotify adalah layanan Hi-Fi. Yaitu layanan berbayar tambahan untuk streaming dengan memberikan akses kualitas audio tinggi (lossless), layanan yang hampir sama dimiliki oleh Tidal, platform musik milik Jay-Z.

Sampai kapan Spotify bakal mampu bertahan? Apakah dengan IPO bakal ‘menyelamatkan’ perusahaan global ini? Kita tunggu langkah kak Daniel Ek 😊.