Integrasi Layanan Musik Streaming di Mobil

Instagram @antonkurniawans

Tanggal 7 Januari 2016 pagi kemarin hampir secara bersamaaan netizen nampak ramai dengan ‘hebohnya’ layanan Netflix yang mulai bisa diakses di Indonesia. Netflix adalah layanan streaming dari Amerika untuk film dan serial TV.

Saya tidak akan membahas soal Netflix ini, tapi saya ingin sedikit menulis soal konsep layanan musik streaming yang bisa terintegrasi dengan kendaraan roda empat alias mobil. Semenjak saya menggunakan dan mencoba beberapa layanan musik streaming internasional beberapa tahun lalu (mobile & desktop), mulai dari Spotify, Deezer, Rdio (RIP), Guvera, dll., saya berwacana kira-kira bagaimana bila layanan model ini bisa ‘ditanam’ di dalam satu jenis kendaraan pribadi. Saya pikir mereka yang sedang berkendaraan di jalan, di saat macet ataupun sedang berpacu, mungkin sudah jenuh dengan konsep radio FM saat ini. Memutar kepingan audio CD di mobil pun sudah jarang dilakukan bagi sebagian orang.

Saya berharap bahwa ada pengembang ataupun startup lokal yang memiliki konsep membuat layanan musik streaming dengan jumlah katalog lagu yang besar (puluhan juta lagu) dan bisa menciptakan satu perangkat yang built-in di dalam mobil, katakanlah perangkat itu terpasang di mobil kebanggaan nasional dan idaman semua kelas menengah kita, yaitu Toyota Avanza.

Berbicara mengenai platform, bisa menjadi pertimbangan: daripada harus memulai dari awal membangun sistem dan harus merintis kerjasama dengan perusahaan-perusahaan rekaman ataupun publisher karena berkaitan dengan konten dan katalog lagu, mungkin akan lebih mudah jika kita bisa langsung bekerjasama dengan penyedia layanan tersebut yang memang sudah established. Misal bekerjasama langsung dengan pihak Deezer, Spotify atau Guvera sebagai penyedia layanan konten.

Menyebut Toyota Avanza disini bukan tanpa alasan. Seperti kita semua ketahui bahwa mobil ini ‘merajai’ dari waktu ke waktu. Sepanjang Januari-September 2015, Toyota Avanza terjual sebanyak 91.828 unit atau menyumbang 38,9 persen pada penjualan Toyota Astra. Belum kita melihat varian lainnya seperti Toyota Kijang Innova yang terjual 36.512 unit. Bagi pihak Astra, layanan musik streaming ini mungkin bisa dijadikan sebagai add-on untuk tiap varian-nya.

Berbicara soal model bisnis yang ditawarkan adalah si startup tadi bekerjasama dengan satu produsen mobil nasional. Di dalam setiap penjualan unit mobil baru, sudah tersedia perangkat layanan musik streaming ini dimana bisa ditawarkan layanan tersebut gratis/trial selama 1 bulan sampai dengan 3 bulan. Untuk selanjutnya setelah masa trial tersebut habis, pembeli unit mobil tersebut bisa berlangganan setiap bulannya baik melalui berlangganan secara online, transfer bank ataupun membeli kode voucher melalui diler atau tempat layanan purna jual kendaraan tersebut yang ada hampir di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Atau bisa juga dibuat opsi layanan musik streaming dengan model freemium alias beriklan. Konsep ini juga bisa ditawarkan ke para pemilik mobil sejenis yang beredar sebelumnya.

Layanan musik ini belum termasuk paket data tentunya, jadi harus dijalin juga kerjasama dengan pihak penyedia layanan/provider internet yang sudah memiliki jaringan mumpuni dan mobile di seluruh nusantara untuk akses streaming.

Mungkin kita bisa hitung dengan berandai-andai dari hasil kerjasama tersebut, diluar biaya layanan data. Sebagai permulaan katakanlah ada 40% pembeli unit mobil Avanza baru tertarik untuk berlangganan. Jadi bisa dikatakan ada hampir 35.000 pengguna disini, dengan membayar biaya langganan musik streaming per bulan Rp 100.000,- misalnya, bisa mengakses dan memutar sekian puluh juta lagu. Dengan ‘jualan’ total sekitar Rp 3.500.000.000,- tiap bulannya, silahkan berhitung sendiri bagaimana untuk breakdown-nya 🤑.

Yang utama, jangan lupakan hak-hak musisi, para pencipta lagu dan para pemilik hak cipta yang ada di katalog tersebut tentunya ✌🏼.