Menurunnya Pendapatan Dari YouTube?

youtube.com

Dalam kurun waktu minggu-minggu lalu saya membaca beberapa artikel yang berkaitan dengan YouTube dan juga bersangkutan dengan perolehan pendapatan dari platform tersebut. Ada dua hal yang berbeda namun masih dalam satu ‘tema’ utama. Yang pertama adalah mengenai dikeluhkannya porsi pembagian atas sedikitnya royalti dari streaming YouTube oleh Recording Industry Association of America (RIAA). Cary Sherman selaku CEO dari RIAA menganggap bahwa layanan streaming yang dimiliki oleh YouTube melakukan pembagian yang kurang fair, jauh bila dibandingkan dengan layanan streaming yang dimiliki oleh Apple dan Spotify. Jika sebuah lagu yang di-stream 1000 kali di YouTube hanya menghasilkan $1, untuk konten yang sama di layanan musik milik Apple dan Spotify bisa menghasilkan $7 atau bahkan lebih. [Catatan dari saya: nilai sejumlah $7 ini bisa diperoleh tentunya kalau kita deal langsung dengan pihak pemilik layanan bersangkutan, tidak melalui pihak ketiga, keempat, dst].

Hal lain yang ‘dikeluhkan’ dari YouTube adalah menurunnya pendapatan yang diterima, dimana jumlah view yang lumayan banyak hanya memberikan beberapa dollar saja. Dikarenakan YouTube mengalami kerugian besar akibat adanya boikot yang dilakukan oleh sejumlah brand pengiklan besar. Jadi banyak iklan dari beberapa brand tersebut muncul pada sejumlah video-video ekstrimis di platform YouTube. Hal ini menyebabkan brand besar menarik program periklanan mereka dari YouTube.

Oya, saat menuliskan artikel singkat ini saya juga tengah mengirimkan email kepada pengelola konten Lifia Niala di YouTube, yang hingga saat ini telah tercatat memiliki hampir 587.000 subscriber. Saya juga baru tahu mengenai konten Lifia Niala ini ketika anak perempuan saya yang berumur 4 tahun nonton konten anak-anak ini dalam kurun waktu setahun terakhir. Dalam waktu beberapa menit saja email saya langsung dibalas oleh pengelola konten Lifia Niala. Sebelumnya, dalam email tersebut saya menanyakan sekaligus ingin mengkonfirmasi mengenai kabar dari penurunan perolehan dari YouTube ini.

Berikut beberapa penjelasan yang disampaikan:

  • memang ada kasus yang membuat banyak advertiser yang menarik iklan mereka di YouTube ketika ada kejadian iklan yang dianggap tidak sesuai oleh banyak pihak
  • bisa jadi yang terpengaruh adalah konten yang berhubungan dengan iklan yang merupakan niche mereka, misalnya games. Jika iklan games ditarik banyak, bisa jadi konten niche games akan banyak berkurang earning-nya
  • dua minggu lalu statistik ada penurunan (konten Lifia Niala), namun statistik earning turun naik masih dalam kondisi wajar. Dan sekarang sudah kembali merangkak naik lagi, mudah-mudahan akan terus naik seperti tahun-tahun lalu
  • dibawah ini adalah stats Lifia Niala sebagai bahan untuk trend earning (turun naik dalam kondisi wajar). Bisa jadi juga ini disebabkan konten anak ini masih general, bisa dilihat semua umur
Lifia Niala: https://www.youtube.com/user/LifiaTubeHD

Jadi bisa disimpulkan bahwa sepertinya tidak semua pengelola konten di YouTube mengalami penurunan perolehan. Oya sebagai perbandingan, menurut data yang pernah dirilis Forbes beberapa waktu lalu, berikut daftar 10 YouTuber yang memperoleh pendapatan terbesar dari YouTube di tahun 2016:

Bagaimana dengan perolehan YouTuber/pengelola konten lokal Indonesia? Sepertinya memang belum pernah ada data yang dirilis secara resmi, karena secara pastinya bakal ada pihak yang ‘berhitung-hitung’ terutama berkaitan dengan pajak. Kalau kita berasumsi atau berestimasi dengan perhitungan dalam kondisi wajar: 1000 play / view = 1 dollar, maka… (silahkan dihitung sendiri).

Foto: Pixabay