Beberapa tahun Lagi Supir akan Musnah!

by ashrovy

“Self-Driving Car!”

Yang terbersit dikepala saya begitu teknologi ini di implementasikan di Indonesia ialah beberapa perkerjaan rakyat menengah ke bawah akan banyak yang musnah, diantaranya: Supir (dari mulai supir angkot sampai supir pesawat), Lembaga pelatihan mengendara, Go-Car, dan lain-lain. Saya ingin mengaitkan dan membahas kaitannya ini dengan salah satu perusahaan di dalam negeri kita. Gojek

Perusahaan seperti Ojek Online keberadaannya akan terancam punah jika cara yang mereka gunakan sekarang masih tetap di gunakan beberapa tahun ke depan. Sebab perputaran roda teknologi sangatlah cepat dan kejam, hari ini Ojek Online seperti GoJek kita bilang sebagai ojek modern sedangkan Ojek nangkring kita bilang sebagai Ojek Konvensional, tahun depan teknologi itu biasa saja, beberapa tahun lagi Ojek Online kita bilang konvensional jika ada self-driving.

Like I said before: Roda Teknologi Memang Tajam dan Kejam!

Lalu apa yang harus mereka lakukan? Berkembang! Cuma itu satu-satunya survive diantara teknologi yang berkembang cepat seperti ini. Jika saya mengaitkan dengan Uber yang membangun sebuah pemikiran untuk membuat self-driving car pada layanan mereka, bagi saya itu adalah langkah yang sangat berani!

Seperti yang ada ketahui, Uber adalah layanan transportasi online seperti hal nya GoJek, hanya saja Uber 1 tahun lebih tua dibanding GoJek, dan fokus uber adalah layanan transportasi online dengan menggunakan mobil, masuk ke Indonesia mereka ikut-ikutan memberikan layanan motor.


Saya tidak habis pikir pengendara (supir) Uber di Eropa sendiri saat ini sudah lebih dari 30.000 dan akan terus bertambah hingga 50.000 supir akan di taruh kemana jika Uber sendiri saat ini juga terjun ke dalam self-driving car? Apakah mereka semua akan di PHK dan di gantikan oleh robot?

“Mungkin saja, Mungkin tidak”

Tetapi saat ini yang jelas Uber tidak memiliki pilihan selain bertarung didalam bisnis self-driving yang dikembangakan oleh banyak perusahaan besar diantaranya Google, Ford, Tesla, Apple dan lain-lain. Logikanya simpel, “Untuk apa kita membayar $60 ke bandara jika kita bisa membayarnya $20!?” kata Vasant Dhar, seorang professor di New York University’s Stern School of Business. “Apa anda sungguh ingin membayar $40 untuk supir?”

“R.I.P Supir!”

Semakin tingginya kebutuhan teknologi didalam kehidupan kita maka perkerjaan juga akan semakin tereleminasi, meski para pakar mengatakan, bahwa perkerjaan yang lama akan hilang dan digantikan perkerjaan yang baru, lalu hidup pada suatu masyarakat akan terangkat dengan sendirinya (menuju kehidupan yang lebih baik)

Lalu bagaimana dengan perusahaan dalam negeri? Gojek

Berkembang juga salah satu cara Gojek untuk bisa survive, tahun 2017 ini penghasilan mereka mungkin lebih menguntungkan dibanding taksi-taksi Bluebird, Silverbird dan lain-lain. Tetapi begitu ada self-driving, bisa saja taksi-taksi itu bangkit dengan memberikan layanan self-driving dan mengambil hati masyarakat.

Indonesia masih mempunyai banyak sektor yang bisa di kembangkan dalam sistem layanan transportasi, bahkan ide-ide tersebut dengan mudahnya terbersitkan di kepala saya, mungkin juga dikepala anda, tapi siapa yang cerdik mengeksekusinya dialah yang menang.

Tulisan ini ditulis pribadi oleh penulis, silakan kritik, masukan, dan komentarnya diberikan
Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ron Ashrovy’s story.