Belajar dari Elon Musk CEO 4 Perusahaan Besar

by ashrovy

Kita sering mendengar bahwa jangan memiliki fokus yang bercabang, disatu bidang saja sudah cukup! Atau Jack of All Trade: Master of None, menguasai banyak hal sama saja tidak expert disalah satu bidang. Well ada benarnya, tetapi sewaktu saya membaca artikel di Quartz saya terkagum-kagum dengan seorang CEO di EMPAT perusahaan besar dibidang-bidang yang berbeda (Software, Energy, Transportasi, dan Ruang Angkasa), edannya lagi CEO ini baru berumur 40 tahun. Langsung saja saya bahas, Elon Musk.

Jika anda baru mendengar namanya hari ini, tidak masalah, karena saya juga belum ada 2 Minggu mengenal namanya. Awalnya saya kebingungan begitu baca disebuah artikel (di bagian yang berbeda) salah satu mengatakan Elon Musk ada di SpaceX ada yang mengatakan ada di Tesla dan waktu saya cek di wikipedia, ternyata dia ada di 4 perusahaan, saya masih menyangka dia berada di CEO dalam waktu yang berbeda. Ternyata di waktu yang bersamaan.

Well, hari ini kita mengatakan Elon Musk adalah orang yang super jenius sekaligus edan, dengan ide-ide dan terobosannya (salah satu idenya sudah pernah saya muat di artikel saya sebelumnya). Tetapi itu adalah hasil jerih payahnya yang dia tempuh dalam kurun waktu 20 tahun lebih. Menurut penuturan kakakknya Kimbal Musk, Elon menghabis dua buku sehari sewaktu remaja, saya bisa menduga betapa nerd-nya dia diwaktu itu. Buku-buku yang dibacanya variasi dan beragam, dimulai dari fiksi, religi, ekonomi, filosofi programming, biografi dan lain-lain. Tetapi seiring menjadi dewasa dia mulai fokus dihal-hal seperti engineering, product design, teknologi, bisnis, energi dan enterprenuer. Hal ini tentu menyadarkan kita semua betapa pentingnya membaca sejak dini, proses ini juga tidak bisa di petik hasilnya satu-dua hari tetapi memakan waktu untuk memetik hasilnya.

Saya tidak mengatakan bahwa saat ini fokus itu buruk, begitu juga dengan Elon Musk. Kadang ada orang butuh fokus untuk bisa mastering dibagian tertentu dan ada orang yang bisa menguasai banyak bidang, dan memahaminya sampai pada sisi expertise karena kemampuannya untuk berpikir secara bercabang luas. Hanya saja saat ini, kita di tuntut untuk lebih mengetahui bidang lain jika ingin melakukan perubahan yang nilainya cukup signifikan. Sebab terkadang menjadi mastering di suatu sisi kita menjadi sulit keluar dari problem case masalah tersebut, anda boleh di satu bidang, tetapi anda juga harus menghadapi masalah di luar bidang anda dan selesaikan dengan cara bidang anda, jika tidak cocok, dengarkan pendapat orang luar.

Ilustrasinya saya berikan dari contoh para ahli ilmu bela diri, dan para ahli samurai. Untuk menjadi mastering didalam bidang samurai mereka harus menghampiri dojo-dojo dan menantang pemilik aliran, jika penantang kalah maka selesai, jika menang dia harus ke dojo yang lainnya, untuk membuktikan bahwa alirannya yang terkuat. See, dia menantang aliran yang berbeda, bukan aliran yang sama untuk membuktikan yang terbaik dengan caranya, hal ini yang perlu didasari oleh para expert agar menyadari bahwa dari awal kita memang sudah ditantang untuk menuju sebuah perbedaan.

Saat ini Elon Musk saya anggap sebagai pakar perubahan dan inovasi, didalam perubahan-perubahannya banyak yang membuat saya kagum, karena tidak hanya keinginan dan khayalan tetapi sudah ada inisiasinya. Diantaranya:

· Riset Di Ruang Angkasa dia membangun SpaceX
· Di otomotofi dia berada di Tesla, yang salah satu idenya ialah membuat mobil self-driving. Well Jika kalian pernah menonton film Fate of Furious, itu adalah salah satunya, tetapi belakangan ini self-driving yang sudah di luncurkan adalah auto-parking, nanti kedepannya mobil akan bisa di call untuk menjemput anda/
· Di industri kereta api Elon berkecimpung dibagian Hyperloop. Jika kalian pernah mendengar (sebab sempat trending) itu adalah idenya beliau. Singkat cerita, hyperloop idenya sudah lama tetapi tidak pernah ada perkembangan, Elon Musk me-realitakan hal tersebut karena masalah sederhananya hanya di bagian design, dan dia mengajak UCLA untuk berkerja sama.
· Di bagian penerbangan, Elon sedang berkerja bagaimana merealisasikan kendaraan lepas landas secara “Vertikal”, well, tidak heran jika dia membaca buku fiksi sewaktu kecil atau mungkin nonton ultraman (pesawat tempurnya), ide ini yang ada dikepalanya. Memang bukan ide yang baru, di China juga sudah melakukan percobaan. Tetapi kemajuan ini membuat perusahaan seperti Uber dan Google ketar-ketir.
· Di bagian Neural Lance, Elon berkerja untuk membangun upload dan download memori, singkatnya (panjangnya ada di artikel saya, terpisah) ada sebuah cloud storage yang menyimpan memori kita nantinya. Kedengaran tidak masuk akal memang, tetapi sebagai gambaran dalam waktu kurang dari 5 tahun facebook sedang mengembangkan mengetik tanpa menggunakan jari hanya menggunakan OTAK tanpa implan atau apapun, dan di sebuah jurnal sudah ada percobaan mengetik tanpa tangan itu, tetapi kecepatannya baru delapan kata permenit.
· Dibagian teknologi Elon ikut andil dalam membangun paypal dan OpenAI yang masing-masing mempunyai maksud yang berbeda, Paypal ibarat bank yang ada di online sedangkan OpenAI adalah sebuah research bisnis company.

Saya ingin menggaris bawahi bahwa kekuatan membacalah yang menjadikan kita berubah. Jika ibu kita RA Kartini menemukan dunia dalam membaca dimasa pedihnya dia terkurung didalam pingitan, begitu juga dengan Pramoedya Ananta Toer yang separuh hidupnya dihabiskan di penjara, bagaimana dengan kita yang hidup bebas, harusnya kualitas kita tidak boleh kalah dengan Elon Musk.

Artikel ini saya buat dengan kecerdasan saya, silakan di kritik dan diberi masukan