Lyrebird

Teknologi Replika Suara

Anda tahu Justin Bieber? Coba dengarkan lagunya saat pertama kali hitz dan saat ini, suaranya jelas berbeda!

Bagi pria, suara bisa berubah saat memasuki masa aqil baligh, ditandai dengan mimpi basah, mulai terlihat jakun pada leher dan suara berubah! Beberapa orang ada yang pecah suaranya dari yang awalnya bagus sekali saat bernyanyi begitu melewati masa aqil baligh suaranya tidak semerdu yang semula.

Hal tersebut wajar begitu memasuki umur 10 tahun (bisa lebih awal), sebab otak pria mengirimkan sinyal kepada testikel untuk melakukan perubahan, dan testikel pun memproduksi hormon testoteron yang mengakibatkan kotak suara (larynx) berkembang. Inilah penyebab mengapa suara pria pecah dan seiring waktu berubah menjadi nge-bass dan tegas.

Salah satu artikel parenting ada yang mengatakan bahwa beberapa kasus menyebabkan kepercayaan anak menurun karena perubahan suara dan lain-lain. Tidak heran jika biasanya anda melihat artis cilik dengan wajah imut dan suara bagus, selang beberapa tahun dia menghilang dari dunia entertaiment, beberapa sebab dikarenakan perubahan fisik dan suara yang sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan produser.

Tapi bagaimana jika suara tersebut “diawetkan!?”

Bagaimana jika anda bisa mendengar Justin Bieber menyanyikan lagu Love Yourself dengan suaranya saat menyanyikan lagu Baby, mungkin anda bisa lebih menikmati atau justru malah terkesan tidak cocok.

Lyrebird merupakan sebuah artificial intelligence (AI) yang dapat melakukan copy suara hingga mimik dan intonasi yang mirip dengan pemilik suara. AI ini juga memungkinkan anda untuk merekam pembicaraan anda langsung dengan lyrebird kemudian suara tersebut bisa diubah dengan beragam intonasi. TheNextWeb juga menyatakan bahwa Lyrebird 20 menit kali lebih cepat dibandingkan Adobe Project VoCo. Bisa disimpulkan, algoritma yang diluncurkan oleh lyrebird sangat luar biasa!

salah satu demo lyrebird

Menurut saya ini membuka peluang bagi Sony Entertainment hingga produksi musik dalam negeri seperti Musika untuk menggunakan Lyrebird untuk keuntungan rumah produksi mereka kedepannya (meski ini masih cukup panjang perjalanannya). Dan pastinya akan ada aplikasi baru untuk melakukan perubahan seperti ini (dan saya cukup yakin bahwa ini berbayar), saya meramalkan ada beberapa aplikasi yang akan meluncur di smartphone setibanya Lyrebird sudah robust:

  • Aplikasi untuk meniru lagu favorit anda dengan suara anda sendiri
  • Aplikasi piano dengan tuts suara anda
  • Aplikasi untuk marah-marah bohongan dengan suara anda

Dan masih banyak lagi!

Saya tidak bisa membayangkan dengan suara yang pas-pasan menyanyikan lagu Chandelier — Sia dengan nada yang tinggi. Entah bagaimana jadinya tetapi pastinya sangat menarik! Meskipun hancur!

Yah ibarat anda punya gambar dengan kapasitas 100 kb terus anda zoom 5x pasti akan pecah, lain halnya anda punya gambar 1000 kb, anda zoom 5x hasilnya masih bagus. Saya rasa suara juga sama.
Tulisan ini ditulis pribadi oleh penulis dan sesuai dengan kecerdasan pribadinya, silahkan berkomentar dibawah ini.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.