Best Practice Node.js

Dalam setiap bahasa pemrograman terdapat suatu best practice dalam menggunakan bahasa tersebut. Node.js memiliki beberapa panduan yang dapat digunakan, salah satunya yang berasal dari Airbnb.

Sebelum membahas lebih lanjut terkait best practice, saya ingin update pekerjaan saya selama dua minggu terakhir. Secara ringkas, saya telah mengerjakan hal-hal berikut:

  • membuat backend function untuk upload attendance employee
  • memperbaiki bug kecil yang terdapat pada create eemployee
  • melakukan review terhadap merge request create job and division.

Sekarang, mari kita bahas mengenai best practice dan refactoring. Pada intinya, post ini merupakan rangkuman dari best practice yang telah dijabarkan oleh Airbnb.

  • Saat membuat suatu object, gunakan literal syntax. const item = {}
  • Gunakan object method shorthand. const atom = { addValue(value) { return atom.value + value; } };
  • Gunakan property value shorthand. const lukeSkywalker = 'Lukey Skywalker'; const obj = {lukeSkywalker, };
  • Gunakan push untuk memasukkan data ke dalam array. somearray.push(data);

Dan masih banyak lagi panduan yang tidak saya jabarkan pada post ini karena beberapa hal cukup trivia, dan beberapa hal cukup sulit untuk dijelaskan melalui blog ini karena Medium tidak memiliki format ‘syntax highlighting’ yang cukup baik seperti pada Github yang menggunakan Markdown Language.

Akhir kata, menurut saya dengan mengikuti panduan yang sudah established seperti panduan yang berasal dari Airbnb ataupun Google, kodingan yang kita hasilkan akan lebih clean dan readable, sehingga mempermudah untuk melakukan maintenance terhadap kodingan kita.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Gentur Waskito’s story.