Weekly review menjelang sprint 3

Ada beberapa hal yang saya lakukan selama 2minggu ini:

  • Membuat front-end untuk branch set-password
  • Unit testing untuk branch set-password
  • Membuat back-end untuk branch set-password
  • Membuat front-end untuk branch register
  • Membuat testing untuk branch register
  • Membuat back end untuk branch register

Berikut adalah tampilan dari set-password

Ada kendala yang saya alami saat membuat front-end untuk register. Tampilan awal dari page register adalah seperti berikut:

Awalnya, saya ingin membuat progress form untuk melakukan register. Namun, niat ini saya kurungkan karena beberapa kendala:

  • form yang required, dan tidak diisi, pada progress bar membuat form tidak dapat disubmit
  • sulit mengecek apakah setiap form sudah terisi dengan benar

Pada saat meclick next, dilakukan pemanggilan method pada class tiap progress form yang saya sebut class=” .step .well” . Saya sudah mencoba mengecek isi dari setiap input dalam tiap class step, namun entah kenapa, yang tercek hanya input terpada dalam class step.

Karena keterbatasan waktu, scrum master menyarankan untuk menggunakan form biasa, tanpa progress bar.

Maka, jadikan form sekarang seperti ini:

Microservices

Pada Microservices, aplikasi dibagi menjadi bagian yang lebih kecil, menjadi servis yang independen. Dengan mengunakan ideologi microservice, aplikasi yang besar dan kompleks dapat dibagi menjadi block-block yang lebih kecil yang dapat dijalankan. Arsitektur microservice menyediakan pendekatan yang berbeda pada pengembangan software.

Microservices mempunyai keuntungan dari berbagai segi, diantaranya:

  • Agility: Dengan memecahkan fungsi menjadi level yang sangat mendasar kemudian memisahkan service yang berhubungan, pengembang dapat fokus pada mengupdate bagian yang berhubungan dengan aplikasi. Hal ini menghilangkan proses yang tidak mengenakkan dari integrasi.
  • Efficiency: code dan infrastruktur dapat lebih efisien.
  • Resiliency: fungsi yang dipisahkan pada beberapa service mengurangi kerentanan aplikasi gagal. Hal ini juga dapat menghasilkan aplikasi yang bisa berkinerja lebih baik, mengalami downtime yang lebih sedikit dan bisa dipisahkan berdasarkan permintaan.
  • Revenue: Iterasi yang lebih cepat dan penurunan downtime dapat meningkatkan pendapatan. Penggabungan dengan pengembangan yang terus menerus merupakan hal yang ditawarkan oleh microservice.

sumber: https://www.mulesoft.com/resources/api/microservices-vs-monolithic

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.