Bahasa.ai
Published in

Bahasa.ai

Mengenal Konsep Kode Bersih

Clean code (kode bersih) sangat membantu rekan dalam tim perekayasa perangkat lunak dalam memelihara produk yang dibuatnya. Penulis akan menjelaskan konsepnya secara umum dan studi kasusnya secara spesifik serta bagaimana tim Bahasa.ai menjaga kualitas kode sumber yang dibuatnya.

Source: https://www.dekoruma.com/artikel/73472/rahasia-bersih-bersih-rumah

Sebagai seorang perekeyasa perangkat lunak, membuat program yang berjalan dengan benar dan efisien dari segi waktu dan memori pasti sudah menjadi kewajibannya. Namun, dalam aspek kerapihan dan konsistensi dalam penulisan terkadang menjadi hal lain yang sering diabaikan.

Masalah yang muncul dikemudian hari adalah bila sebuah perusahaan atau tim akan merekrut anggota baru yang bertugas melanjutkan produk yang telah dikembangkan sebelumnya. Tentu pekerjaannya akan sedikit terhambat karena tidak adanya dokumentasi yang jelas atau penulisan kode sumber yang tidak sesuai konvensi.

Di sinilah pentingnya kode bersih (clean code) pada program yang kita buat. Meskipun aplikasi kita dapat berjalan dengan baik dan lulus kompilasi, keterbacaan dan kesesuaian dengan konvensi sangatlah diperlukan untuk pemeliharaannya.

DRY

Don’t Repeat Yourself. Sebuah fungsi atau metode yang ditulis berulang selain tidak efisien juga pasti tidak rapih dalam penulisannya. Misalnya ada sebuah aksi untuk menyimpan ke basis data dan aksi tersebut memiliki fungsi yang mirip namun berada di modul yang berbeda seperti pada gambar di bawah ini.

Contoh penggunaan fungsi yang redundan

Alangkah indahnya bila fungsi tersebut disatukan dan dibuat di modul lain misalnya pada modul common atau utils seperti di bawah ini.

Contoh fungsi setelah disatukan

Konsep DRY ini juga menganjurkan kita untuk mengurangi redundansi pada keseluruhan produk atau proyek pada satu perusahaan atau organisasi. Untuk itu kita dapat memanfaatkan package manager atau dependency pada teknologi yang kita gunakan. Misalnya pada Node.js kita dapat membuat dependency untuk mengambil, menyimpan, menghapus, dan membarui data yang sering digunakan pada setiap layanan. Dan selalu biasakan untuk mencarinya terlebih dahulu di https://www.npmjs.com/ sebelum membuat solusinya sendiri.

KISS

Keep It Simple, Stupid. Tidak menyusahkan diri sendiri adalah bagian penting dari konsep ini. Banyak teknologi yang sudah menyiapkan built-in modul yang sangat berguna dan dapat langsung kita gunakan, pelajarilah dan jangan ragu untuk membaca dokumentasinya.

Misalnya kita memiliki sebuah fungsi perkalian menggunakan perulangan seperti pada gambar di bawah ini. Seseorang yang membuatnya mungkin sedang dalam technical interview sebuah perusahaan rintisan atau mungkin tidak memahami fungsi matematika *.

Contoh fungsi perkalian yang hmm…

Contoh tersebut mungkin jarang ditemukan pada kode sumber manapun. Namun, ada banyak contoh lainnya yang tidak memerhatikan keterbacaan dan tidak menyederhanakan kode yang ditulisnya. Sehingga kita harus konsisten dan fokus saat saling meninjau kode yang kita tulis dengan rekan dalam tim atau yang biasa disebut code review.

Pada Node.js ada banyak high order function yang dapat kita manfaatkan untuk menyederhanakan kode yang kita tulis. Misalnya ada map() untuk mengubah array menjadi array baru yang memiliki nilai berbeda, atau filter() untuk menyaring nilai pada array berdasarkan kriteria tertentu, dan lain-lainnya.

Follow Code Conventions

Setiap teknologi pasti memiliki konvensinya masing-masing. Misalnya pada penamaan sebuah class untuk Java yang harus PascalCase dan harus dromedaryCase untuk variabelnya. Konvensi yang diciptakan ini bukanlah tanpa tujuan, melainkan untuk memudahkan orang lain dalam memahami kode yang kita tulis.

Sayangnya, ada beberapa konvensi pada teknologi tertentu yang membebaskan pemrogram atau timnya untuk menentukannya sendiri. Khususnya pada Node.js dan Typescript, misalnya pada penggunaan titik koma (; ) yang tidak diwajibkan untuk ditulis, atau gaya penamaan variabel dan fungsi yang dibebaskan ke pemrogramnya, dan lain-lainnya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh organisasi atau perusahaan agar konsistensi dalam penulisan kode terjaga dan memudahkan pemeliharaannya di kemudian hari.

Lalu bagaimana tim di Bahasa.ai menjaga hal tersebut?

Kami menggunakan Typescript pada banyak produk yang kami ciptakan. Selain karena “strict” dalam menjaga konsistensi tipe data yang dimilikinya, teknologi ini memiliki komunitas yang besar dan pengembangannya yang pesat. Tentu dengan kelemahan yang telah disebutkan, kami ingin kode sumber yang kami miliki terjaga dari segi konsistensi pada konvensi untuk semua layanan yang kami miliki. Kami juga sadar bahwa untuk menjaga konsistensi pada konvensi dan keterbacaan kode yang kami tulis tidak dapat hanya mengandalkan code review. Sehingga kami membuat aturan sendiri dengan linter.

Linter adalah alat untuk membuat aturan-aturan sehingga menjadi konvensi dan untuk mendeteksi error atau warning secara dini pada program sebelum kompilasi. Mungkin waktu yang diperlukan untuk kompilasi menjadi sedikit bertambah karena harus melakukan pemeriksaan dengan linter. Namun, demi sebuah pemeliharaan yang baik di masa depan tentu ada harga yang harus dibayar.

Berikut konvensi yang kami buat di Bahasa.ai dengan Typescript.

module.exports = {
root: true,
parser: '@typescript-eslint/parser',
plugins: [
'@typescript-eslint',
],
extends: [
'eslint:recommended',
'plugin:@typescript-eslint/recommended'
],
parserOptions: {
'project': './tsconfig.json'
},
rules: {
'@typescript-eslint/indent': [
'error',
2
],
'@typescript-eslint/prefer-namespace-keyword': 'error',
'@typescript-eslint/quotes': [
'error',
'single',
{
'avoidEscape': true
}
],
'@typescript-eslint/semi': [
'error',
'never'
],
'@typescript-eslint/type-annotation-spacing': 'error',
'@typescript-eslint/member-delimiter-style': [
'error',
{
'multiline': {
'delimiter': 'comma',
'requireLast': false
},
'singleline': {
'delimiter': 'comma',
'requireLast': false
}
}
],
'@typescript-eslint/no-unused-vars': 'off',
'@typescript-eslint/no-unused-vars-experimental': 'error',
'no-unused-vars': 'off',
'@typescript-eslint/no-extra-parens': 'error',
'@typescript-eslint/brace-style': 'error',
'@typescript-eslint/no-use-before-define': 'off',
'@typescript-eslint/no-explicit-any': 'off',
'@typescript-eslint/explicit-function-return-type': 'off',
'@typescript-eslint/no-namespace': 'off',
'@typescript-eslint/no-inferrable-types': 'off',
'@typescript-eslint/no-empty-function': 'off',
'@typescript-eslint/no-empty-interface': 'off',
'no-null/no-null': 'off',
'no-useless-escape': 'off',
'no-trailing-spaces': 'error',
'no-var': 'error',
'prefer-const': 'error',
'spaced-comment': 'error',
'object-curly-spacing': ['error', 'always'],
'space-in-parens': ['error', 'never'],
'array-bracket-spacing': ['error', 'never'],
'space-before-function-paren': [
'error',
{
'named': 'never',
'anonymous': 'always',
'asyncArrow': 'always'
}
],
'@typescript-eslint/naming-convention': [
'error',
{
'format': ['camelCase', 'UPPER_CASE', 'PascalCase'],
'leadingUnderscore': 'allow',
'selector': ['variable', 'function']
}
],
'@typescript-eslint/explicit-module-boundary-types': 'off'
}
}

linter for typescript with @typescript-eslint/eslint-plugin: ^4.13.0 (github.com)

Dan inilah Typescript config yang kami gunakan sebagai aturan dalam proses kompilasi Typescript menjadi Javascript.

{
"compilerOptions": {
"module": "commonjs",
"target": "es5",
"lib": [
"es5",
"es6",
"es2017",
"dom"
],
"types": [
"reflect-metadata"
],
"noImplicitAny": false,
"moduleResolution": "node",
"esModuleInterop": true,
"removeComments": true,
"experimentalDecorators": true,
"emitDecoratorMetadata": true,
"sourceMap": true,
"baseUrl": ".",
"outDir": "dist"
}
}

typescript config for ^3.8.2 (github.com)

Silakan gunakan .eslintrc.js dan tsconfig.json tersebut pada proyek atau produk yang sedang kalian kembangkan. Kami juga sangat terbuka pada saran dan pembaruan untuk konvensi tersebut. Terima kasih!

Bacaan Lebih Lanjut

What is Clean Code ? | Gary Woodfine

Clean Code Explained — A Practical Introduction to Clean Coding for Beginners (freecodecamp.org)

TypeScript: Documentation — Do’s and Don’ts (typescriptlang.org)

--

--

--

Kami percaya pada kekuatan teknologi untuk membuat hidup orang-orang lebih baik. Dari kepercayaan tersebut, kami membuat software bisnis berbasis AI untuk membantu bisnis-bisnis menyelesaikan masalah lebih cepat & melayani pelanggan mereka lebih baik.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
M Gilang Januar

M Gilang Januar

VP of Engineering at Bahasa.ai

More from Medium

Frameworks vs best practices: what really matters the most?

Cygnus method

The unit test coverage marathon