Batik Original Indonesia Vs Pengaruh Asing
Batik Original Indonesia VS Pengaruh Asing
Batik original Indonesia VS pengaruh asing? Batik Indonesia memiliki pengakuan di seluruh dunia. Kata “batik” adalah berasal dari Indonesia, bahkan konsep itu dikenal oleh orang Mesir dan India. Hal ini dikenal lebih dari satu milenium, dan ada bukti bahwa kain dihiasi melalui beberapa bentuk teknik menolak ini digunakan di abad-abad awal Masehi di beberapa Afrika Barat, Tengah-Timur dan masyarakat Asia.
Ternyata batik yang trend dijual di toko baju online Indonesia ternyata terpengaruh dari luar negeri. Kata “Batik“ berasal dari kata Indonesia-Melayu dan berasal mungkin dari ‘Titik’ yang berarti dot . Seni tekstil ini tersebar baik di dunia hindu dan Melayu, tapi Indonesia merupakan jantung dari awal bermulanya batik. lukisan yang diwarnai pada kain tekstil telah mencapai peradaban tingkat yang lebih tinggi di Pulau Jawa, seperti di kota Yogyakarta, Solo, Cirebon dan Pekalongan. Dari Jawa ini ‘batik’ kain diekspor ke pulau-pulau lain di Nusantara dan Semenanjung Malaya.
Pada abad ke tujuh belas, kesultanan Mataram mengenakan pakaian Batik dalam seremonial penting. Sultan Agung Mataram mengenakan katun putih dihiasi dengan Indigo biru, dan penari istananya mengenakan kain kembangan diwarnai dengan pewarna organik merah. Dia bisa dianggap sebagai pelopor dalam penggunaan pakaian batik di Kraton Jawa.
Selama dua atau tiga abad terakhir batik telah menjadi salah satu sarana utama ekspresi nilai-nilai spiritual dan budaya Indonesia, tetapi juga ini tersebar di seluruh wilayah Asia Tenggara
Pengaruh asing
Pengaruh asing muncul dari rute timur:
Karena lokasi di Indonesia pada rute perdagangan antara Utara dan Selatan serta dari Barat ke Timur, pantai utara Jawa sering dikunjungi oleh kapal-kapal asing.
Hasilnya pertukaran hidup berbagai barang termasuk keramik dan sutra dari Cina dan jenis sutra dengan motif patola dari barat India. Seni dan budaya asing diserap dan menyatu dengan budaya Jawa yang ada, sehingga karya seni baru dengan keindahan yang unik. Pedagang dari seluruh dunia datang ke kepulauan Indonesia: Cina, India, Portugis, Arab, Belanda, dan Inggris.
Semakin pentingnya daerah jawa sebagai pusat perdagangan antara Cina di Timur dan India dan Arab di Barat melihat munculnya kerajaan Asia Tenggara yang besar, Sriwijaya.
Tekstil menjadi item utama perdagangan, seperti sutra dan brokat yang dibawa dari Cina, dan kapas dari India. Pedagang Cina telah menetap di pulau-pulau jauh sebelum kedatangan kekuatan Eropa (Inggris, Belanda, khususnya). Masing-masing dari mereka telah dipengaruhi oleh selera mereka sendiri desain batik.
Pengaruh budaya Cina pada kehidupan masyarakat di kepulauan juga telah berlangsung lebih dari seribu tahun yang lalu. Pemukiman dari dataran China juga telah tinggal di negara ini jauh sebelum kedatangan Belanda. Namun, jenis batik yang kita kenal sebagai Cina baru muncul beberapa dekade setelah hadir batik Belanda dan mendapat tempat di pasar di seluruh utara batik di Jawa.
Batik Cina yang dibuat oleh Cina dan peranakan. Menampilkan karakteristik motif Cina, misalnya, singa, naga, bunga peony, phoenix (phoenix), kura-kura, Membunuh (anjing berkepala singa), dewa dan dewi dari dekorasi sebanyak keramik Cina yang terdaftar. Mega bentuk merah atau biru, juga banyak batik Cina dihiasi. Banyak yang muncul dalam pola buketan seperti dalam pola umum batik Belanda. Kadang ada pola aplikasi batik dan motif istana di kamera warna, biru dan Sogan. Dalam kedua pola Teknik, batik Cina kecantikan batik sering melampaui
Demikian artikel tentang Batik original Indonesisa VS pengaruh asing?, semoga bermanfaat.