[Press Release] Mural Art Bersama John Mart, Torehkan Sejarah Seni di Kosambi

Kepadatan yang kerap terjadi di Jl. Ahmad Yani akibat Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggir jalan membuat pemerintah kota (Pemkot) bertindak. Alhasil, Pemkot merelokasi sebanyak 112 PKL ke daerah basement Masjid At-Taubah Pasar Kosambi pada Sabtu, 31 Desember 2016.
Namun dari hasil wawancara dengan para PKL, kondisi penjualan masih nampak sepi setelah diresmikannya lokasi relokasi PKL Pasar Kosambi. Bahkan, PKL tidak mendapatkan pemasukan setelah direlokasi.
Berdasarkan kondisi ini, tercetuslah ide dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Sae, seniman John Martono, serta sivitas akademika Master of Bussiness Administration (MBA) ITB untuk mengadakan rangkaian event brand activation Gerai Kosambi. Gerai Kosambi sendiri merupakan lokasi relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Kosambi.
“Rangkaian event ini dinamakan Kosasih, yang merupakan singkatan dari Kosambi Pasar Bersih,” terang Muhammad Shiddiq Azis, Ketua Pelaksana Kosasih. Shiddiq, begitu panggilan akrabnya, juga merupakan mahasiswa MBA ITB.
Kosasih dirancang agar orang-orang tertarik datang ke Gerai Kosambi untuk berfoto dan menikmat seni di sana. Harapannya, lambat laun mereka pun akan tertarik untuk membeli dagangan dari PKL
“Untuk saat ini, tujuannya mengajak orang untuk datang ke tempat relokasi terlebih dahulu,” simpul Shiddiq, ketika diwawancarai di Gedung MBA ITB, Rabu, 22 Februari 2017. “Nanti selanjutnya akan ada event dua minggu sekali yang mengundang komunitas-komunitas kota Bandung hingga Mei.”
Rangkaian acara Kosasih akan dimulai pada Sabtu, 25 Februari 2017 dengan tajuk “Warna-Warni Kosambi”. John Martono, yang baru-baru ini dikenal sebagai seniman internasional yang mengarsiteki lukisan di Jembatan Flyover Antapani, akan membuat mural pada bagian samping lokasi relokasi PKL pada opening.
“Nanti aku akan buat outline untuk muralnya. Kemudian, masyarakat yang hadir akan ikut mewarnai muralnya,” ujar John Mart, sapaan akrabnya saat dihubungi via telepon, Kamis, 23 Februari 2017.
John sendiri percaya, jika relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) adalah untuk kemaslahatan bersama. Namun, harus ada tindak lanjut dari relokasi agar pedagang tidak terus-terusan kehilangan profit yang begitu besar di awal.
“Kalau kita bersinergi bisa membuat program bermanfaat bagi Gerai Kosambi dari berbagai disiplin, mungkin orang bisa datang.”
Seniman yang dikenal piawai melukis di kain sutra tersebut menambahkan, ke depannya diharapkan ada event rutin di Gerai Kosambi untuk semakin menarik minat pengunjung.
“Aku menyarankan, mungkin bisa ada acara tea night, coffee night ke depannya di Gerai Kosambi ini. Bisa juga mengundang seperti musisi keroncong, dan sebagainya. Atau ada pameran karya anak-anak dengan seminar parenting juga agar keluarga bisa hadir,” sarannya.***

