Binar Academy, Greget!

Hai, aku Lilik, alumni Binar Academy Batch 9. Dari beberapa tahun sebelumnya, aku sering mengikuti acara Binar Connect dan acara seminar lainnya dari Binar. Akhirnya, tahun ini bisa memantapkan niat untuk mendaftarkan diri ikut kelas Binar Academy. Aku di sini ambil kelas Front End Web walaupun awalnya sempet galau antara Front End atau Back End.

Kelas Frontend

Mindset awal masuk Binar Academy pasti model pembelajarannya kaya kursus pada umumnya lah dan ngoding pastinya. Pada kelas frontend, ada 15 kali pertemuan kelas. Di 7 hari pertama, pembelajaran masih bagian dasar-dasar frontend seperti materi Gitlab, html, css, js. Lalu, untuk 8 pertemuan terakhir sudah masuk focus class dengan materi full Vuejs. 15 kali pertemuan menurutku masih kurang karena banyaknya hal yang ingin aku tahu. Jadi, aku dan beberapa Binarian sering mengadakan pertemuan tambahan dengan mentor hehehe.

sprint 1

Tapi, di sini yang membuatku merasa greget dan merasa tertantang adalah masa setelah masuk ke projek tim. Aku di batch 9 ini mendapatkan kesempatan untuk gabung di tim D dengan PM pak Faisal. Sempet sedikit rada menciut melihat anggota tim kebanyakan laki-laki dan kelihatannya sudah expert di dunia IT. Memang di akhir pertemuan, tiap tim harus mempresentasikan aplikasi buatan masing-masing.

Setelah pertemuan tim kedua, diputuskanlah para leader dari setiap divisi dan aku ditunjuk untuk menjadi leader dari frontend timku. Rada takut kalau nggak bisa mimpin karena aku merasa kemampuanku masih sedikit dan belum pernah kerja tim sebesar ini. Tapi di sisi lain, ini kesempatanku untuk lebih semangat belajar karena punya tanggung jawab besar. Akhirnya aku terima deh.

Lanjut diskusi tim, pada batch 9 ini kami kebagian tema tentang bencana alam. Tim D memutuskan membuat aplikasi RELAONE, yaitu aplikasi tentang manajemen relawan untuk disalurkan ke lokasi bencana. Setelah itu, tanggung jawabku sebagai tim frontend tim D dimulai. Aku mulai belajar alur kerja dalam tim. Aku harus ngoding desain dari UI/UX, membagi tugas ke anggotaku, dan berkomunikasi dengan backend untuk APInya.

Sekitar kurang dari 2 bulan, kita diharuskan membuat aplikasi berupa web dan android. Learning by doing, learning by teaching, tantangan banget buat aku. Harus membuat aplikasi dengan VueJS yang baru aku kenal dan juga harus membantu anggota timku yang awalnya bukan background pendidikan IT. Selain harus belajar manajemen proyek, selaku leader aku juga dapet pelajaran baru untuk manajemen hati, tentang mengalahkan ego dan jadi orang sabar. Saling toleransi pokoknya.

Setelah sprint 1 dan 2 berlalu kurang lebih sekitar 6 minggu, tiba saatnya kita mepresentasikan pekerjaan kami di Showcase. Pada saat Showcase, kami disaksikan oleh anggota Binar batch 9, Binar batch 10, para master Binar Academy, dan para master IT dari beberapa perusahaan. Alhamdulillah seneng banget aplikasi RELAONE banyak dapet apresiasi dan banyak yang berharap agar aplikasi ini dilanjutkan untuk jadi starup baru. Nah itu sedikit cerita dari pengalamanku di Binar Academy aslinya lebih seru lagii…. pokoknya GREGETTTTT!!!!